Tragedi G30S/PKI, Kisah Penculikan dan Pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Sabtu, 11 September 2021 | 14:56 WIB
Proses pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya. (Wikipedia)
Proses pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya. (Wikipedia)

Sore sebelum tragedi, Pierre sebenarnya akan pulang ke Semarang untuk merayakan hari ulang tahun ibunya. Namun keluarga Nasution meminta menundanya esok hari karena sudah malam.

Pierre yang sudah tidur terbangun karena mendengar suara ribut. Pintu didobrak dari luar, segerombolan tentara langsung menodongkan senjata ke Pierre.

Tjakrabirawa menyeret Pierre karena mengaku sebagai Nasution. Di Lubang Buaya, perwira pertama TNI itu ditembak mati dari belakang. Usianya baru 26 tahun saat ia dibunuh.

Jenderal Nasution sendiri berhasil menyelamatkan diri dengan melompat tembok ke Kedutaan Besar Irak yang berada di sebelah rumahnya.

Pasukan Tjakrabirawa sempat menembaknya, tapi Sang Jendral Lolos. Salah satu putrinya, Ade Irma Suryani, tertembak dalam upaya penculikan Sang Jenderal.

Ade Irma yang terbangun karena mendengar keributan langsung digendong Mardiah, adik Nasution. Namun dalam upaya penyelamatannya Ade Irma justru terkena tembakan.

Ade Irma sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit, sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X