nasional

Terbersih di Dunia, Ini Keunikan Desa Wisata Penglipuran di Bali

Senin, 23 Agustus 2021 | 13:37 WIB
Desa Wisata Penglipuran Bali (Ganug Nugroho Adi)

Mengunjungi Penglipuran seperti melakukan perjalanan dengan mesin waktu kembali ke masa Bali yang lebih tradisional.

“Di tengah maraknya arus modernisasi, Penglipuran tetap mempertahankan tradisi leluhurnya. Saya rasa ini telah menarik banyak wisatawan ke desa kami, ”kata ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Penglipuran, I Nengah Moneng.

Moneng mengisahkan sebelum menjadi destinasi wisata pada 1993, warga telah melakukan konservasi melalui partisipasi desa dalam proyek penataan pemukiman dan lingkungan yang dirumuskan Dinas Pekerjaan Umum pada akhir 1980-an.

Awalnya, kata Moneng, konservasi semata-mata untuk melestarikan tradisi leluhur desa untuk kepentingan generasi penerus, bukan untuk tujuan wisata.

Pada tahun 1990, warga desa bersama siswa dalam tugas bakti desa, juga membangun taman dengan memanfaatkan sebagian jalan desa hingga ke depan dan samping pekarangan rumah.

“Tujuan awal hanya pelestarian saja agar agar anak-anak kita tahu tradisi dan budaya leluhurnya. Tapi akahirnya malah menjadi tujuan wisata,” kata Moneng.

Baca Juga: Sport Tourism ; Wisata Dan Olahraga Dengan Kearifan Lokal Indonesia

Desa Wisata

Desa Wisata Penglipuran Bali (Ganug Nugroho Adi)

Konservasi itu menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Bangli, hingga akhirnya Desa Penglipuran dicanangkan sebagai desa wisata.

Warga desa pun memperoleh keuntungan ekonomi, antara lain dari menjual suvenir, membuka warung makan, membuka homestay, dan menjadi pemandu wisata.

Saat ini desa seluas 112 hektar itu menjadi rumah bagi 985 orang dari 234 keluarga. Mereka mendiami 76 plot yang terbagi rata, masing-masing menghadap jalan utama. Deretan rumah dipisahkan oleh jalan utama beraspal batu dengan rerumputan di kiri-kanannya.

Desa ini terkenal dengan arsitekturnya yang konsisten, mulai dari atap hingga desain ruangan. Sebagian besar rumah dibangun dari batu bata, namun ada pula yang terbuat dari anyaman bambu.

Gerbang masuk desa ditandai dengan sebuah candi besar yang menjulang di atas rumah-rumah di sekitarnya. Zona kendaraan bebas emisi gas dimulai dari pintu masuk utama desa.

Dalam kehidupan sosial, Desa Penglipuran memiliki hukuman sendiri atas pencurian. Mereka yang bersalah mencuri wajib memberikan lima ekor ayam sebagai persembahan kepada empat pura leluhur. Sanksi tersebut dimaksudkan untuk mempermalukan pelaku.***

Halaman:

Tags

Terkini