Sport Tourism ; Wisata Dan Olahraga Dengan Kearifan Lokal Indonesia

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Minggu, 22 Agustus 2021 | 14:00 WIB
Pacu Jawi, balapan sapi yang bisa dikembangkan menjadi sports tourism (Pic. Kemenparekraf)
Pacu Jawi, balapan sapi yang bisa dikembangkan menjadi sports tourism (Pic. Kemenparekraf)

TITIKTEMU.CO

 JAKARTA - Beberapa tahun terakhir sport tourism semakin berkembang pesat, bahkan menjadi salah satu tren dalam penggerak sektor pariwisata di Indonesia. Menariknya, saat ini Indonesia dianggap sebagai ikon sport tourism dunia berkat keindahan alam dan budaya yang dimiliki.

 Sport tourism adalah wisata yang dikombinasikan dengan olahraga. United Nations World Tourism Organizations (UNWTO) menjelaskan, sport tourism adalah sektor wisata yang pertumbuhannya paling cepat, karena semakin banyak wisatawan yang tertarik pada aktivitas olahraga.

 

Apalagi, sport tourism termasuk tren pariwisata yang memiliki pasar cukup besar. Diperkirakan pertumbuhan sport tourism di Indonesia bisa mencapai Rp18.790 triliun hingga 2024 mendatang!

 Baca Juga: Lagi Tren, Ini 7 Destinasi Wisata Kopi Terbaik  

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjelaskan, adanya sport tourism dengan kearifan lokal tidak hanya menarik wisatawan karena destinasinya saja. Melainkan juga dengan kearifan budaya lokal yang dapat membangkitkan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja.

 Sebenarnya, Indonesia sudah lama mengembangkan sport tourism dengan kearifan lokal dalam berbagai event dan festival yang dapat menarik wisatawan. Seperti 6 sport tourism berbasis kearifan lokal di Indonesia yang disebutkan di portal Kemenparekraf (www.kemenparekraf.go.id)berikut ini:

 Lompat Batu Nias

Sport tourism berbasis kearifan lokal Indonesia yang pertama adalah Lompat Batu di Nias. Bukan lompat batu biasa, atraksi yang dikenal dengan nama Hombo Batu ini merupakan atraksi melompati batu setinggi dua meter dan lebar 40 cm.

 Atraksi wisata dari Desa Wisata Bawomataluo, Nias, Sumatera Utara ini awalnya merupakan tradisi yang dilakukan sebagai syarat pemuda untuk mengikuti perang. Jika sang pemuda berhasil melompati batu, artinya mereka dianggap sebagai sosok dewasa yang telah matang secara fisik.

 Menariknya, selain ditampilkan sebagai acara adat, tradisi yang terus dilestarikan oleh warga Desa Wisata Bawomataluo ini juga telah menjadi pertunjukan menarik bagi para wisatawan.

Baca Juga: Waah Baru Tahu , Rupanya Malioboro Bisa Ditemui Di Bandara YIA 

Pacu Jawi

Sport tourism Pacu Jawi, dengan kearifan lokal yang dikenal dengan balapan sapi. Upacara adat ini sekarang menjadi salah satu sport tourism unggulan dari Sumatera Barat yang telah mendunia, dan ditunggu-tunggu wisatawan lokal dan mancanegara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X