Kita bersama Pak Rudy...
Pak Rudy bersama kita...
Ketua Fraksi PDIP YF Sukasno menegaskan bahwa tidak ada komando khusus untuk menyambut kedatangan FX Rudy di kediamannya.
Menurut Sukasno mereka yang datang menyambut dengan menggunakan berbagai macam atribut PDI-P karena cintanya kepada ketua DPC PDIP Solo itu.
“Itu kan teman-teman ranting punya kaos sendiri, saking cintanya sama pak Rudy buat kaos sendiri. Kita gak usah dikomando. Bangganya mereka urun dewe. Makanya kaos macam macam karena bukan instruksi DPC,” jelas Sukasno.
Sukasno menyampaikan, meskipun sebenarnya tanpa diberikan semangat, Pak Rudy tetap semangat. Rudy merupakan kader senior PDIP siap diberikan sanksi 3D, dibui, dibunuh dan juga dibuang.
Baca Juga: Musim Hujan Telah Di Depan Mata, Hindari Makanan Ini Agar Badanmu Tetap Fit
“Gak dikasih semangat beliau tetap semangat. Kita buatkan nyanyian itu semangat kita. Pak Rudy diberikan sanksi sebagai orang partai siap 3D. Beliau tetap setia pada PDI-P dan Bu Mega. Lagunya sorak sorak bergembira yang syairnya kita ubah sedikit,” sambung Sukasno.
Diberitakan sebelumnya, Ganjar Pranowo dan FX Hadi Rudyatmo mendapat sanksi dari PDIP. Ganjar diberikan sanksi setelah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai capres. Sementara, Rudy mendapat sanksi setelah secara terang-terangan mendukung Ganjar maju sebagai capres.
Di Jakarta, Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menjelaskan soal semua keputusan terkait calon presiden ada di tangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hal itu disampaikan Watubun usai melakukan klarifikasi terhadap Rudy di kantor DPP PDIP, Rabu, (26/10/2022).
"Setelah dilakukan klarifikasi tadi, saudara dinyatakan melanggar keputusan kongres yang telah diputuskan bahwa semua menyangkut calon presiden dan wakil presiden adalah kewenangan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri," ucap Watubun.***