TITIKTEMU.CO - Akun @polseksrandakan tiba-tiba saja menghebohkan dunia maya. Pasalnya akun tersebut menulis kata-kata yang tidak simpatik terhadap korban Tragedi Kanjuruhan.
Kehebohan itu bermula dari akun twitter Instagram @akmalmarhali20, tanggal 2 Oktober 2022. Akmal Marhali adalah Koordinator SOS (Save Our Soccer) dan kini anggota TGIPF Tragedi Kanjuruhan.
Dicuit akun tersebut: Penembakan gas air mata salah satu penyebab puluhan jiwa tewas di stadion kanjuruhan. STOP KOMPETISI ATAS DASAR KEMANUSIAAN! Cc @jokowi @Kiyai_MarufAmin
Baca Juga: Tim Advokasi penulis buku Jokowi Under Cover gugat 4 pihak di PN Jakarta Pusat
Ternyata cuitan itu direspon @polseksrandakan dengan kata-kata yang kurang pantas. Yaitu : modyar.
Akun tersebut juga merespon @ f12xos: salut sama pak tentara, musnahkan. Juga membalas cuitan @indoholigan12: gek do belani opo koe (lagi membela apa kamu).
Kontan netizen yang membaca komentar itu, lantas menghujat penulis komentar tersebut. Dan akhirnya komentar itu dihapus. Namun sejumlah netizen masih mengunggah tangkapan layar cuitan itu di twitternya.
Baca Juga: Leicester Menang Telak atas Nottingham Forest, Posisi Pelatih Brendan Rodgers Sementara Aman
Menanggapi hal itu, Polres Bantul mengungkap ada kelalaian anggotanya terkait cuitan akun Twitter Polsek Srandakan soal tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. TH, oknum polisi yang 'meretas' akun Twitter Polsek Srandakan, mengaku salah berkomentar menggunakan akun resmi polsek.
"Benar adanya kelalaian dari anggota bukan admin dan mengakui bahwa yang bersangkutan memberi komentar dengan menggunakan akun Srandakan. Anggota tersebut tidak sengaja dan tidak sadar memberikan komentar dengan menggunakan akun," kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry kepada media.
Jeffry menyebut oknum polisi berinisial TH itu dulu pernah bertugas menjadi admin Polsek Srandakan. Namun, kini sudah tidak bertugas menjadi admin lagi.
Baca Juga: Perdatin Kini Dipimpin Dokter Polisi Berpangkat Irjen, Berikut Profil Organisasi Perdatin
Dalam cuitannya, Akmal Marhali juga sepakat sepakbola di Indonesia harus dihentikan, karena terlalu banyak korban jiwa yang ditumbalkan.***