TITIKTEMU.CO - Hingga saat ini publik masih dibingungkan dengan angka korban
meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu malam (1/10).
Pasalnya, jumlah pasti korban meninggal dunia masih berbeda-beda.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan korban meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang sebanyak 125 orang. Menurut dia, data terbaru ini telah terverifikasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Malang.
"Terverifikasi yang meninggal jumlahnya dari awal diinformasi 129. Data terakhir berdasarkan
pengecekan dan verifikasi dengan Dinkes jumlahnya 125 karena ada yang tercatat ganda," ungkap Jendral Sigit Listyo Prabowo dalam konferensi pers di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (2/10/2022).
Baca Juga: SAH! Ini Profil Komisioner Komnas HAM periode 2022 hingga 2027
Sedang Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir
Effendy mengatakan bahwa total korban yang meninggal dan terluka akibat tragedi
Kanjuruhan mencapai 448 orang.
"Hasil akhir dari korban yang sudah diverifikasi semua pihak termasuk Polri dan
penyelenggara ada 448 korban," kata Muhadjir usai rapat koordinasi di Pendopo
Panji, Kepanjen, Malang, Senin (3/10).
Muhadjir kemudian menjabarkan bahwa dari total korban tersebut, 125 orang meninggal dunia, 302 orang mengalami luka ringan, dan 21 orang menderita luka berat.
Baca Juga: Deklarasi Anies Baswedan jadi Capres NasDem: Strategi tiki taka Surya Paloh yang dijegal Giring PSI
Ia berharap dengan pernyataannya, tak ada lagi simpang siur informasi mengenai
korban tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai laga Arema melawan Persebaya di
Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10).
Kericuhan itu bermula ketika skuad tuan rumah, Arema, dinyatakan kalah dalam
laga melawan Persebaya dengan skor 2-3.
Namun soal jumlah korban meninggal itu, ada yang berbeda dengan pernyataan
Kapolri dan Menko Kesra. Menurut Nawak Relawan Komunitas Peduli Malang, seperti
yang terungkap di twitter, jumlah korban tewas ada 187 orang. Sedang update dari
Dinkes Kota dan Kabupaten Malang, menurut Wagub Emil Dardak ada 131 orang yang meninggal.
Baca Juga: Selidiki Tragedi Kanjuruhan, pemerintah bentuk TGPF. Ini komposisi anggota timnya
Salah satu pihak yang turut mempertanyakan dan meminta agar ditunjukkan angka korban meninggal dunia yang valid adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
"Mohon pencerahan, yang benar angka yang mana? Beri angka yang sejujurnya dan
sebenarnya," ujar Susi dalam cuitannya di akun Twitternya @susipudjiastuti,
Senin pagi (3/10).