Ari juga menyinggung pernyataan Effendi yang menyebut TNI sebagai gerombolan seperti ormas. "Dari ujung barat pulau Jawa kami dengar omonganmu Effendi Simbolon. Kau bilang pimpinan kami Panglima TNI KASAD tidak harmonis. Kau bilang TNI gerombolan seperti ormas kami tidak terima," kata Ari melalui video yang tayang di twitter itu.
Dalam menyampaikan pernyataannya, Ari didampingi jajarannya. Ari mengungkapkan bahwa pernyataan Effendi itu mengadu domba TNI.
"Darah kami mendidih, kau Effendi Simbolon melukai kami prajurit TNI. Kau adu domba pimpinan kami, kau adu domba TNI, kami seluruh prajurit Kodim 0623 Cilegon sakit hati. Kami sudah mengabdikan diri kami untuk NKRI,” ujarnya.
Baca Juga: PNS kok kayak preman, tendang motor wanita sampai jatuh di Sinjai. Begini nasibnya sekarang
Lebih lanjut ia meminta Efendi untuk tidak mengganggu dan mengusik prajurit TNI. Sebab, menurut Ari, tanggung jawab mereka sebagai prajurit sangat berat.
“Kami bekerja 24 jam untuk NKRI ini, kau bilang gerombolan. Sungguh menyakitkan Effendi Simbolon,” jelasnya.
Selanjutnya, dalam pernyataan yang disampaikan bahwa semua anggota TNI selalu kompak dan solid. Ia juga meminta Effendi untuk segera meminta maaf secara terbuka. Dan tidak merusak kembali hubungan prajurit TNI dengan omongannya.
Baca Juga: Astaga, seorang istri di Bekasi nekat sayat alat vital suaminya. Ini penyebab aksi nekatnya
"Kami disini unsur-unsur TNI dari yang paling rendah sampai paling tinggi, kompak dan solid. Jangan pernah kau ganggu-ganggu kami, jangan kau rusak lagi dengan omonganmu itu," tegas Ari.
Di penghujung video, Ari sempat memukul meja yang berada di depannya dan kemudian berdiri. "Kami tunggu permintaan maaf kau secara terbuka,” tutur Ari yang juga diikuti para anak buahnya yang berdiri di belakang.
Sebelumnya, Effendi Simbolon melontarkan ucapan yang dianggap menghina TNI dalam rapat dengar pendapat Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada 5 September 2022.
Baca Juga: Kisah Rasuna Said Saat Ditangkap Pemerintah: Manusia Dilahirkan Bebas! Kemerdekaan Harus Datang!
Effendi awalnya mempertanyakan ketidak hadiran KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman.
Dia kemudian memunculkan isu ada disharmoni hubungan antara Penglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan Dudung. Dia bahkan mengatakan sikap TNI melebihi ormas.