Baca Juga: Ini Ungkapan Sophia Latjuba Setelah Pernikahan Eva Celia dan Demas
"Bentuknya tele jamaah, tele petugas, wrist band semacam smart watch yang akan digunakan oleh jamaah sangat berisiko tinggi, kondisi kesehatan jamaah akan dipantau oleh petugas melalui teknologi,'' katanya.
Bagi calon haji yang memiliki penyakit jantung dan hipertensi akan diberikan wrist band. ''Kurang lebih ada 3 ribu semacam smartwatch, untuk tahun ini sebagai piloting, yang akan dipasangkan kepada jamaah paling risti yaitu jamaah yang memiliki penyakit jantung dan juga hipertensi yang akan kita sematkan smartwatch sehingga kondisi kesehatan mereka lebih terpantau oleh petugas dan juga petugas di KKHI,'' jelasnya
Baca Juga: Iga Swiatek Juarai Tunggal Putri Perancis Terbuka, Sekaligus Samai Rekor Venus Williams
Pemerintah sendiri telah menyiapkan 776 petugas dari Kementerian Kesehatan yang terdiri dari 304 orang Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) dan 472 orang Tenaga Kesehatan Haji (TKH) dipersiapkan untuk menunjang pelaksanaan ibadah haji.
"Untuk petugas kesehatan bervariasi, dari quantity ada pengurangan jumlah, namun dari sisi komposisi ada penambahan, saat ini 12 jenis spesialisasi yang kita turunkan,'' katanya.
Dua belas tenaga dokter spesialis yang terlibat pada musim haji tahun ini terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, dokter spesialis syaraf, dokter spesialis bedah orthopedi, dokter spesialis bedah umum, dokter spesialis kedokteran jiwa, dokter spesialis anastesi, dokter spesialis rehab medik, dokter spesialis emergensi medis, dokter spesialis kedokteran penerbangan dan dokter spesialis mikrobiologi klinik.
"Dokter spesialis mikrobiologi klinik akan kita minta tolong untuk pencegahan dan pengendalian infeksi selama musim haji khususnya di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) karena kita tahu, haji tahun ini masih dalam musim pandemi, segala bentuk antisipasi harus kita lakukan,'' pungkas dr. Budi Sylvana.