TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Tahun ini merupakan tahun pertama penyelenggaraan haji massal oleh pemerintah Arab Saudi setelah sempat tertunda dua tahun karena pandemi Covid 19.
Pada penyelenggaraan haji tahun 1443 H ini pemerintah Arab Saudi mengundang lebih dari satu juta orang untuk melaksanakan rukun Islam kelima itu ke tanah suci.
Indonesia sebagai negara muslim besar, mendapatkan kuota 100.051 jamaah haji. Terbanyak dibandingkan negara-negara lainnya.
Pada hari Sabtu, 4 Juni 2022, kloter pertama jamaah haji Indonesia mulai diterbangkan ke Arab Saudi untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji tahun 2022.
Pemberangkatan Jamaah haji akan dilaksanakan selama 30 hari masa operasi penerbangan. Kloter pertama akan menuju Bandara Madinah, sementara kloter terakhir yang berangkat 3 Juli 2022 akan menuju Bandara Jeddah.
Baca Juga: Tiga Hal Baru Dalam PPDB 2022 SMA – SMK Negeri di Jateng. Tidak Ada Penjurusan di SMA
Tahun ini, kuota haji Indonesia berjumlah 100.051 orang yang terdiri atas 92.825 kuota haji reguler dan 7.226 kuota haji khusus.
Jamaah haji reguler terbagi dalam 241 kloter dan akan diberangkatkan dalam 236 penerbangan, dengan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines.
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa Kementerian Agama dan PT Garuda Indonesia sepakat memberangkatkan jamaah haji Indonesia dari sembilan embarkasi. Ke sembilan embarkasi tersebut yakni Aceh, Medan, Padang, sebagian Jakarta-Pondok Gede, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Lombok.
PT. Garuda Indonesia akan membawa 47.915 Jamaah haji dan petugas kloternya (51%). Sedangkan 45.866 Jamaah haji lainnya dan petugas kloter (49%) akan dibawa Saudi Arabian Airlines dari 5 embarkasi haji, yaitu Batam, Palembang, sebagian Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi dan Surabaya.
Sementara untuk pemulangan Jamaah haji juga berlangsung selama 30 hari. Kloter pertama pulang dari Bandara Jeddah menuju Tanah Air pada 15 Juli 2022. Kloter terakhir pulang dari Bandara Madinah menuju Tanah Air pada 13 Agustus 2022.