nasional

Bayar Zakat Fitrah Lebih Afdol Uang atau Beras? Begini Kata Ulama

Sabtu, 23 April 2022 | 21:45 WIB
Zakat Fitrah. (Pixabay)

TITIKTEMU – Selain puasa, salah satu kewajiban umat Islam di bulan Ramadhan adalah membayar zakat fitrah.

Namun, sampai kini masih ada beberapa pendapat soal bentuk zakat yang dibayarkan. Pertanyaannya kira-kira seperti ini:  Bayar zakat lebih utama dengan beras atau uang?

Secara umum, semua ulama sepakat takaran zakat fitrah menggunakan satu sha’, dan dikeluarkan berupa makanan pokok masing-masing daerah.

Baca Juga: RAMADHAN : Lima Amalan yang Harus Ditingkatkan di 10 Hari Kedua Ramadhan untuk Mendapatkan Ampunan

Satu sha’ sama dengan empat mud. Pada zaman Rasulullah SAW, satu mud artinya makanan pokok dalam kedua telapak tangan yang disatukan.

Pada masa Nabi, zakat fitrah berupa kurma, gandum, keju, dan anggur. Di Indonesia, sesuai dengan jumhur atau kesepakatan ulama, makanan pokok untuk zakat fitrah adalah beras.

Menurut Mazhab Syafi’i, zakat fitrah lebih afdhol dibayarkan berupa bahan makanan pokok, yaitu beras. Besarnya 1 sha’ atau sekitar 2,5 kilogram. Namun, ada beberapa ulama yang membolehkan zakat fitrah berupa uang.

Baca Juga: RAMADHAN: Lima Perkara yang Harus Dihindari Agar Puasa Terpelihara Mendapatkan Pahala

Berikut ini penjelasan beberapaulama tentang zakat fitrah:

1. Khalid Basalamah

Ustad asal Makassar, Sulawesi Selatan, Khalid Basalamah tegas menolak membayar zakat fitrah menggunakan uang.

“Makanan pokok, jangan ganti dengan duit. Kecuali duit itu dikasih ke masjid, ke lembaga agar nanti dibelikan beras, makanan pokok, lalu dibagikan,” ujarnya.

Sebab, menurut dia, fitrah itu jelas makanan pokok, tidak bisa digantikan. Jika berupa uang namanya sedekah.

“Bayarkan selama bulan Ramadhan sampai batasnya sesaat sebelum shalat Idul Fitri atau 1 Syawal,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini