TITIKTEMU.CO JAKARTA - Akibat dampak gempa M6,1 yang terjadi pada Jumat (25/2), pukul 08.39 WIB, sebanyak 6.002 warga Sumatra Barat dilaporkan saar ini tengah mengungsi.
Sebagian besar warga mengungsi tersebar di 35 titik Kabupaten Pasaman Barat.
Baca Juga: Kunjungan Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Militer Unhan ke BNPB
Baca Juga: Kunjungan di Palu, Presiden Jokowi Tinjau Vaksin untuk Anak
Data sementara BNPB yang dilansir TITIKTEMU.CO mencatat total warga meninggal dunia 8 orang, luka berat 10 orang dan luka ringan 76 orang.
Dari jumlah warga yang mengungsi, BPBD Kabupaten Pasaman Barat mencatat 5.000 warga di 35 titik yang berada di Kecamatan Talamau, Pasaman dan Kinali.
Baca Juga: 6 Ribu Liter Minyak Curah untuk Operasi Pasar Minyak Goreng di Pasar Bintoro Demak
Masih di Pasaman Barat, warga meninggal dunia 3 orang, luka berat 10 orang dan luka ringan 50 orang. Petugas masih terus memutakhirkan data dampak gempa tersebut.
Sedangkan di Kabupaten Pasaman, BNPB mencatat warga meninggal dunia 5 orang, luka-luka 25 orang dan mengungsi 1.000 orang. Saat ini masih dilakukan pencarian terhadap 6 orang yang diperkirakan tertimbun longsor.
Data warga terdampak lainnya tercatat di Kabupaten Lima Puluh Kota sebanyak 16 KK atau 53 jiwa. Dari jumlah tersebut 1 KK atau 2 jiwa mengungsi ke tempat kerabat.
Di wilayah Kabupaten Agam, satu bayi dikabarkan menderita luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, gempa bumi M6,1 juga berdampak pada kerusakan bangunan.
Total kerusakan yang dipicu gempa antara lain rumah rusak berat (RB) 103 unit, rusak sedang (RS) 5 unit, rusak ringan (RR) 317 unit, fasilitas pendidikan RB 3 unit, balai masyarakat RR 1 unit, aula bupati Pasaman Barat RR 1 unit, serta kerusakan yang belum terkategori seperti fasilitas ibadah 2 unit, fasilitas umum lain 1 unit dan bank 1 unit.
Dari total kerusakan rumah tersebut, berikut rincian data di setiap kabupaten.