TITIKTEMU.CO, JEMBER - Polisi dan warga setempat terus melakukan proses pencarian korban yang hilang akibat menjalani ritual di pantai Selatan, terus dilakukan. Dikabarkan satu orang masih belum ditemukan.
Sementara seperti sudah diberitakan sebelumnya, korban tewas dalam peristiwa ritual maut karena peserta terseret ombak itu berjumlah 10 orang.
Pihak Kepolisian setempat juga terus mencari fakta dan informasi untuk mengetahui detil soal peristiwa yang memilukan ini.
Baca Juga: 10 Orang Tewas Terseret Ombak di Jember, Ritual Maut Jamaah Tunggal Jati Nusantara
Mereka terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga melihat dan mengetahui kejadian naas tersebut.
Kasatpolairud Polres Jember AKP M Na’i mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 13 Februari 2022 dini hari karena sejumlah orang melakukan ritual di pinggir pantai Payangan Ambulu.
Baca Juga: Tak Perlu Antri di Samsat, Kini Bayar Pajak Kendaraan Bermotor bisa Di Indomaret
"Kami masih melakukan observasi terhadap korban yang meninggal dunia dan korban selamat, dan ini penyelidikan sudah kami lakukan kepada sejumlah saksi," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu 13 Februari 2022 seperti dikutip PortaJember dalam https://portaljember.pikiran-rakyat.com/jemberan/pr-163726099/pasca-periksa-sejumlah-saksi-polisi-dapatkan-informasi-ritual-tersebut-hanya-untuk-menenangkan-diri
Kasatpolairud Polres Jember memastikan, adanya ritual yang dilakukan puluhan orang ini tidak ada kaitannya dengan kelompok aliran dalam agama.
"Ini mereka menenangkan diri informasi yang kami dapatkan dari hasil pemeriksaan," imbuhnya.
Baca Juga: Simak 5 Istilah Umum dalam Layanan Perbankan Syariah
AKP Na'i menjelaskan, untuk tindak pidananya masih belum bisa disimpulkan pasalnya mereka melakukannya bersama-sama dan dipimpin oleh pria bernama Hasan.
Saat ini Satreskrim Polres Jember juga sudah turun ke lapangan melakukan olah TKP, observasi korban meninggal , dan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.
"Dari korban selamat ada tiga orang yang terluka akibat terbentur dengan batu saat diterjang ombak. Saat ini Satreskrim Polres Jember sudah turun ke lokasi melakukan observasi dan pemeriksaan, termasuk terhadap pimpinan kelompok ritual itu," lanjut Na’i (Angga Juli Setiawan/PortalJember.com)***