Kepala Negara melihat betapa penting infrastruktur jalan untuk mendukung daya saing produk daerah-daerah dengan menekan biaya logistiknya.
"Kalau jalan tol bisa dihubungkan ke sentra-sentra produksi seperti itu, dan ke kawasan pariwisata, pertanian, dan perkebunan. Dengan jalan yang mulus, maka dalam struktur biayanya, harga komoditas, seperti jeruk akan sangat kompetitif,’’ ujarnya.
Baca Juga: Sebanyak 78 Daerah di Indonesia Kembali Masuk PPKM level 3, Termasuk Jakarta dan Jogjakarta
Presiden Jokowi pun berniat membangun jalan desa menuju sentra produksi buah di Dairi dan Karo.
Selanjutnya ada koneksi jalan-jalan utama ke jalan tol. ‘’Kalau terkoneksi ke jalan tol, saya berani menjamin harganya lebih kompetitif dibandingkan dengan harga-harga impor," kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi optimistis, dengan dukungan infrastruktur yang baik, pemerintah bisa mengembangkan potensi-potensi di daerah, baik potensi pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan, dan yang lainnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia di Grup B Piala AFF U23 2022 Bersama Malaysia
‘’Saya titip, agar infrastruktur jalan tol yang bagus ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung usaha-usaha baru, meningkatkan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," lanjut Presiden Jokowi.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku merasakan betul manfaat jalan tol itu. Sebelum tol seksi Stabat-Binjai-Medan-Kualanamu selesai dibangun, warga Stabat dan Kabupaten Langkat, pada umumnya, memerlukan waktu dua hingga tiga jam guna menempuh jarak sekitar 57 km untuk sampai ke Bandara Kualanamu. ‘’Sekarang bisa 45 menit sampai 1 jam saja,’’ kata mantan Pangkostrad itu.
Tak heran bila Edy Rahmayadi sangat berharap agar pembangunan jalan tol itu terus dikebut, dari Stabat ke Tanjung Pura, lalu ke Pangkalan Brandan, dan selanjutnya masuk ke Langsa, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
‘’Manfaatnya sangat terasa secara sosial dan ekonomi,’’ katanya.
Harapan Gubernur Sumut itu tidak bertepuk sebelah tangan. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, jalan tol Binjai-Langsa merupakan salah satu ruas prioritas dan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Trans Sumatera.
"Diharapkan dapat meningkatkan arus logistik dari Provinsi Sumatra Utara menuju Provinsi NAD, serta mendukung pengembangan wilayah pada koridor jalan tol," kata Menteri Basuki.
Baca Juga: Mengenang Prof. Yahya Muhaimin: “SAYA INI ORANG DESA. Oleh: Hamid Basyaib