nasional

Pengukuhan PBNU Dihadiri Presiden & Wapres, Gus Yahya: Mari Kita Bekerja dengan Nyata!

Senin, 31 Januari 2022 | 12:36 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). (pic. nu online/jordan haikal)

TITIKTEMU.CO BALIKPAPAN - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027 secara resmi dikukuhkan, di Balikpapan Sport and Convention Center (Dome), Kalimantan Timur, pada Senin (31/1).

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. 

Baca Juga: Imlek 2573 Khongzili: Semoga Harmoni, Damai dan Sejahtera!

Baca Juga: Selain Imlek, Ada 15 Hari Libur Nasional di Tahun 2022

Hadir dalam kegiatan itu Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Gubernur Kaltim Isran Noor, juga segenap Menteri Kabinet Indonesia Maju beserta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Usai dikukuhkan, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak seluruh jajaran kepengurusan untuk sungguh-sungguh bekerja secara nyata. Ia menegaskan, seluruh kata yang telah diungkapkan, harus menjadi kerja.

Baca Juga: Rayakan Imlek di Singkawang dengan Pilihan Spot Foto yang Instagramable

 “Mari kita bekerja. Mari kita bekerja dengan nyata, apa pun yang kita ungkapkan, kata demi kata tidak boleh berhenti hanya sebagai kata-kata. Setiap kata harus menjadi kerja dan setiap kerja harus membuahkan hasil yang jelas ukurannya,” kata Gus Yahya seperti dilansir TITIKTEMU.CO dari laman NU.

Ia juga memohon doa restu agar Allah selalu melimpahi jajaran PBNU dengan naungan dan perlindungan-Nya, terutama agar dimudahkan dalam melaksanakan tugas-tugas peradaban yang akan dihadapi ke depan. 

“Terima kasih dan selamat bekerja kepada seluruh jajaran PBNU,” katanya. 

Baca Juga: PURI GEDEH, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Gus Yahya menuturkan, agenda Pengukuhan PBNU 2022-2027 ini dirangkai dengan Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-96 NU hingga Harlah Ke-99 NU berdasarkan masehi pada 16 Rajab 1443 atau 17 Februari 2022 yang mengangkat tema besar yakni ‘Menyongsong 100 Tahun NU: Merawat Jagat, Membangun Peradaban’.

“Tema ini kami usung karena yakin dan percaya bahwa para muassis, pendiri NU dulu, mendirikan jamiyah ini dengan keprihatinan, kepedulian, dengan cita-cita yang terkait dengan peradaban. Untuk membangun peradaban itu, kita harus merawat jagat,” katanya.

Hal tersebut merupakan bagian dari pemaknaan lambang NU yang merupakan hasil istikharah KH Ridwan Abdullah. Di era kepemimpinan Gus Yahya dan Kiai Miftach, kini PBNU akan memaknai gambar jagat pada lambang NU sebagai tanggung jawab merawat jagat. 

Halaman:

Tags

Terkini