Nadia menyampaikan berdasarkan data WHO, tingkat penularan varian Omicron tinggi dengan risiko sakit berat yang rendah.
Meski demikian, kata dia, masyarakat harus tetap waspada karena situasi bisa berubah cepat.
“Tingkat penularan dan penambahan kasus cepat akibat Omicron, tapi tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit atau ICU lebih rendah dibandingkan Delta,” jelas Nadia.
Nadia melanjutkan untuk mencegah penyebaran Omicron, upaya pelacakan kasus diintensifkan di berbagai daerah.
Untuk mendeteksi dini penyebaran Covid-19 varian Omicron, pemerintah melakukan pengetatan di pintu masuk, terutama laut dan darat.
“Positivity rate di pintu masuk laut dan darat 10 kali lebih tinggi daripada di udara,” katanya.***