Baca Juga: Ini Makna dan Filosofi Logo Hari Santri yang Diperingati 22 Oktober
Mereka pantas kecewa, marah, dan sangat terpukul atas peristiwa yang menimpa anak-anaknya.
Betapa tidak, berharap anaknya mendapatkan pendidikan agama, ternyata malah mendapat perlakuan biadab dari guru ngajinya sendiri.***