TITIKTEMU.CO - Pemerintah merencanakan akan merelokasi rumah penduduk yang berada di lokasi bahaya, utamanya yang terletak di sekitar tepian Sungai Kobokan, yang sebagian warga menyebutnya Bessuk Sat.
‘’Tadi saya mendapatkan laporan, kurang lebih dua ribuan rumah harus direlokasi. Ini segera akan kita putuskan di mana tempat relokasinya. Saat itu juga akan segera kita bangun, karena saya kira semuanya sudah siap,” kata Presiden Joko Widodo saat meninjau langsung lokasi bencana erupsi gunung Semeru pekan ini.
Laporan BNPB menyebutkan, letusan Gunung Semeru itu telah menimbulkan kerusakan pada 2.900 bangunan rumah penduduk. Lebih dari 500 unit di antaranya hancur, bahkan hilang tak bersisa.
Sekitar 2.000 rumah tak bisa dihuni atau diperbaiki lagi, karena dinyatakan berada di zona risiko tinggi dan berbahaya.
Sekitar 5.200 orang terdampak langsung oleh bencana vulkanik Semeru itu, dan 2.000 di antaranya kini harus tinggal di lokasi pengungsian.
Potensi bahaya Semeru adalah bahaya laten bagi warga di kaki gunung, utamanya di sisi selatan dan tenggara. Bukaan kawah Semeru mengarah ke posisi itu.
Baca Juga: 8 Pemain Tottenham Hotspur Terjangkit Covid 19, Dua Laga Spurs di Eropa dan Liga Premier Ditunda
Pada Desember 2020, rangkaian erupsi juga melahirkan guguran lava yang terbawa hujan lantas mengakibatkan banjir lahar dingin. Tanggul Kali Kobokan di ruas Desa Supiturang jebol, dan 20 ha lahan pertanian tertimbun pasir.
Pada peristiwa guguran lava Sabtu (4/12/2021), tingkat kebencanaan yang timbul lebih dahsyat. Lava panas meluncur melalui pintu bukaan kawah ke lembah melalui anak-anak sungai yang ada, dan berkumpul di Sungai Kobokan.
Guguran lava itu menimbulkan hujan abu pekat di kaki gunung, dan banjir lahar panas. Dalam perjalanannya, lava panas itu juga menciptakan aliran awan panas di sepanjang sungai. Awan panas dan aliran lahar panas, ini meluap ke permukiman itu, dan menimbulkan korban jiwa dan harta.
Salah satu fasilitas penting yang rusak akibat terjangan banjir lava panas itu ialah Jembatan Gladak Perak. Jembatan yang berada 40 meter di atas Kali Kobokan itu 115 panjangnya.
Fungsinya penting, karena ia menghubungkan Kota Malang ke Kota Lumajang dan seterusnya ke Jember, Banyuwangi, atau ke utara, ke arah Probolinggo.