Pembukaan penerbangan internasional ini merupakan bagian dari upaya membuka kembali aktivitas ekonomi Bali. Pembukaan aktivitas ekonomi Bali ini sangatlah penting mengingat sumber utama penghasilan masyarakat berasal dari sektor pariwisata.
Baca Juga: Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Jadi 34 Orang, 16 Orang Masih Hilang
Pada masa pandemi, wisatawan yang datang ke Bali sangat menurun jumlahnya. Tercatat, jumlah wisatawan asing menurun hingga 97 persen, jumlah wisatawan nusantara menurun 27 persen, dan tingkat hunian kamar hotel di bawah 20 persen.
Dalam kesempatan sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, posisi Indonesia selaku Presidensi G20 diperkirakan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar dibandingkan saat Indonesia menjadi tuan rumah International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meeting di Nusa Dua, Bali, pada 2018.
Presidensi G20 Indonesia dimulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Sejak forum ini dibentuk pada 1999, tongkat estafet presidensi ini merupakan kali pertama akan diterima oleh Indonesia.
Dalam presidensi ini, Indonesia akan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” atau “Pulih Bersama, Bangkit Bersama”.
"Diharapkan secara agregat ini akan beberapa kali, antara 1,5--2 kali, daripada efek yang dicapai dalam pertemuan IMF-World Bank di 2018. Sebab, pertemuan ini berjalan sekitar 150 pertemuan selama satu tahun atau selama 12 bulan," ungkap Menko Airlangga.
Selain itu, tambah Airlangga, pertemuan ini juga dapat dijadikan momentum bagi Indonesia untuk menampilkan keberhasilan reformasi struktural berupa dikeluarkannya Undang-Undang Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (Sovereign Wealth Fund/SWF).
Baca Juga: Mengenal 3 Pemeran Pacar Aduhai SpiderMan dan Gosip Cinta Lokasi Mereka
Sementara itu, dari aspek pembangunan sosial, Indonesia berpeluang untuk mendorong topik terkait dengan produksi dan distribusi vaksin. Bali sudah berpengalaman memegang gelaran kelas dunia. Mereka memiliki fasilitas, infrastruktur yang amat memadai.
Kawasan The Nusa Dua memiliki kelengkapan akomodasi lebih dari 5.000 kamar hotel dan fasilitas meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) yang dapat menampung lebih dari 20.000 delegasi.
BICC merupakan salah satu venue MICE terbesar dan terlengkap di Bali, yang menyediakan, antara lain, dua hall utama dengan kapasitas masing-masing 2.500 dan 1.500 peserta, area pameran seluas 2.700m2, auditorium dengan kapasitas 500 kursi dan built-in stage, serta hampir 26 ruang rapat.
Baca Juga: 5 Tips Jitu Atasi Sakit Kepala Sebelah alias Migrain Tanpa Obat, Coba Cara Ini