Baca Juga: Learning Loss Karena Daring… . Pemerintah Siapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.
Film Darah dan Doa (1950), Enam Djam di Djogja (1951), Lewat Djam Malam (1954), Lagi-Lagi Krisis (1955), Tiga Dara (1956), dan Tamu Agung (1955).
Kemduian Anak Perawan di Sarang Penjamun (1962), Anak-Anak Revolusi (1964), dan Ananda (1970).
4. Raden Aria Wangsakara
Raden Aria Wangsakara dikenal sebagai pendiri wilayah Tangerang, keturunan Raja Sumedang Larang, Sultan Syarief Abdulrohman.
Baca Juga: Wow! Indonesia Dipercaya Jadi Presidensi G20, Ganjar: Ini Kebanggaan Bangsa
Karena konflik keluarga, Aria yang juga penyebar agama Islam merantau ke Tangerang melalui Sungai Cisadane pada 1640. Ia membangun pesantren di Grendeng Karawaci.
Belanda tidak setuju dengan keberadaan pesantren tersebut. Pertempuran terjadi antara rakyat Tangerang di bawah kepemimpinan Aria Wangsakara dengan Belanda.
Aria gugur dan dimakamkan di Desa Lengkong Kyai, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Wilayah tersebut kini telah ditetapkan sebagai daerah cagar budaya.***