TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Aksi demo buruh dan mahasiswa digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021).
Tuntutan mereka terkait evaluasi kinerja Presiden Joko Widodo di tahun kedua yang dinilai gagal mensejahterakan rakyat.
"Dua tahun Jokowi-Amin, gagal sejahterakan rakyat. Saatnya rakyat bangun persatuan, rebut kedaulatan,” demikian seruan aksi mereka.
Baca Juga: 10 Mahasiswa UNS yang Ditangkap Saat Demo Kunjungan Jokowi Sudah Dipulangkan
Daftar tuntutan para buruh dalam aksi kali ini bertambah dari jumlah tuntutan yang digelar aliamsi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) pekan lalu.
Sejumlah tutntutan itu, antara lain pertama, mereka mendesak pemerintah mencabut UU Omnibus Law dan PP turunannya.
Kedua, menolak penghapusan upah sektoral, dan meminta pemberlakuan upah sektoral. Mereka menuntut pemerintah memberlalukan kenaikan UMK 15 persen.
Baca Juga: Video Aksi Di Depan Minimarket Sempat Viral, 2 Pelaku Curanmor Diringkus Resmob Polda Jateng
Tuntutasn ketiga, para buruh mendesak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dihentikan.
Berikutnya, mereka meminta pemerintah menghentikan praktik kriminalisasi dan penangkapan aktivis.
Selanjutnya mereka menuntut persamaan hak dan perlindungan bagi pekerja rumah tangga. Tuntutan keenam, mendesak pemerintah melindungi buruh di semua sektor.
Baca Juga: Bawa 14 Tuntutan, Peternak Rakyat Gabung dengan Mahasiswa Gelar Demo Akbar, Hari Ini
Pihak Istana belum menanggapi tuntutan aksi tersebut. Sebanyak 1.955 personil gabungan TNI-Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja berjaga-jaga di sekitar lokasi.
Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat menutup Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat terkait aksi aliansi buruh.