TITIKTEMU.CO – PAPUA, Ketua IDI Wilayah Papua Donald Aronggear meminta Gubernur Papua Lukas Enembe dan aparat TNI/Polri melindungi para Nakes menyusul penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap fasilitas kesehatan di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.
Insiden penyerbuan KKB yang terjadi Senin, 13 September 2021 itu menewaskan tenaga kesehatan Gabriella Meilani (22 tahun). Menyusul kejadian itu, IDI Wilayah Papua langsung mengevakuasi para nakes ke Jayapura.
“Saat ini, seluruh nakes selamat dari fasilitas kesehatan tersebut dievakuasi ke Jayapura. Rencananya kemarin, cuma karena cuacanya kurang bagus, jadinya hari ini,” kata Donald dalam jumpa pers virtual yang dilakukan Tim Mitigasi IDI dan IDI Wilayah Papua, Jumat (17/9/2021).
Baca Juga: Gubernur Jateng Ditagih Pembebasan Seragam Sekolah, Netizen: Baju Saya Kekecilan, Pak!
Donald mengaku telah bersurat kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, juga kepada sejumlah aparat TNI/Polri. Ia juga menambahkan, sekitar 250 nakes di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, telah melakukan long march pada Kamis (16/9) sebagai ungkapan rasa dukacita dan penghormatan bagi Gabriella Meilani.
Para tenaga kesehatan memasang pita hitam seraya menyalakan 1,000 lilin di sepanjang jalan sebagai tanda duka. Saat ini, seluruh para tenaga kesehatan yang selamat dari fasilitas kesehatan tersebut dievakuasi ke Jayapura.
"Kita sedang menunggu, kita berharap agar ada pernyataan sikap segera tapi sementara ini belum ada. Kita berharap segera ada, terutama dari pemangku pimpinan tertinggi di Papua dan juga tokoh agama dan tokoh adat, ini sangat penting sekali," ujar Donald seperti dilansir rri.co.id
Baca Juga: Bicara Soal Jual Beli Jabatan, Bupati Sragen Tegaskan Berani Nitip Langsung Dicoret
Dalam penuturannya, Donald berharap kejadian ini hanya dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, bukan orang asli Papua.
"Saya sudah lama bertugas di Papua, jadi saya tahu bahwa namanya dokter, tokoh agama, dan guru, itu sangat dihormati di Papua. Makanya dengan kondisi yang terjadi di Wamena dengan di Kiwirok," ungkapnya.
"Karna saya tahu sekali bahwa orang Papua seharusnya tidak bisa berbuat seperti itu," terang Donald.
Baca Juga: Aparat TNI Berhasil Evakuasi Nakes Korban Kekejaman Kelompok Separatis Teroris Dari Distrik Kiwirok
Donald menceritakan, sebelumnya pada bulan September 2019 lalu, kejadian serupa juga pernah dialami oleh salah satu tenaga medis yang berada di Wamena.