Baca Juga: Rangkaian Seleksi Pemain Tim u-17 Selesai
Layang Seto dan Layang Kumitir pun tak bisa menghindar.
Saat akan dihakimi massa, muncullah Romo Pandito, sosok panutan yang adil dan bijaksana.
Akhirnya Layang Seto dan Layang Kumitir pun meminta maaf atas kesalahan yang sudah dilakukan. Namun, Romo Pandito tetap pada pendiriannya.
Baca Juga: Indonesia Terima Apresiasi Sebagai Pengirim Jemaah Haji terbesar
“Boleh saja meminta maaf, tetapi proses hukum kepada pelaku tetap akan dilanjutkan,” ujar Romo Pandito.
Romo Pandito kemudian menambahkan,”Layang Seto dan Layang Kumitir harus menjalani hukuman percobaan pembunuhan.”
Baca Juga: Warga Sekitar Kali Ciliwung Gembira Atas Kehadiran Sodetan Ciliwung
Baca Juga: Presiden Joko Widodo Resmikan Sodetan Ciliwung Yang Sempat Tidak Dilanjutkan
Romo Pandito berpesan agar semua keluarga selalu menjaga diri, baik anak maupun bapaknya harus sama-sama menjaga diri, agar terhindar dari masalah.
Tokoh panutan ini kemudian berpesan bahwa negara Majapahit yang besar ini harus terus dijaga dan dipelihara. Carannya, dengan menjaga akhlak generasi muda dan terus menjaga persatuan di dalam perbedaan, jangan suka bermusuhan hanya karena perbedaan.
Baca Juga: Bale Reren, Manjakan Penikmat Kuliner Santap Masakan Khas Sembari Belajar Budaya Jawa
“Justru perbedaan itu adalah modal sosial, sekaligus modal politik untuk memperkuat Nusantara,” terang Romo Pandito mengakhiri pementasan malam itu.
Ratusan penonton pun bertepuk tangan usai menikmati karya seni budaya ini.***