Nguri-Uri Budaya Jawa Lewat Pagelaran Ketoprak Damarwulan featuring Minak Jinggo

photo author
Heppy Purnomo, TitikTemu.co
- Rabu, 2 Agustus 2023 | 06:30 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (Romo Pandito) dan Ayu Azhari  (Kencono Wungu) menerima buket bunga (Happy Purnomo/ TITIKTEMU.CO)
Menko Polhukam Mahfud MD (Romo Pandito) dan Ayu Azhari (Kencono Wungu) menerima buket bunga (Happy Purnomo/ TITIKTEMU.CO)

Baca Juga: Rangkaian Seleksi Pemain Tim u-17 Selesai

Romo Pandito (Mahfud MD) mencegah terjadinya penganiayaan kepada Layang Seto dan Layang Kumitir
Romo Pandito (Mahfud MD) mencegah terjadinya penganiayaan kepada Layang Seto dan Layang Kumitir (Happy Purnomo/TITIKTEMU.CO)

Layang Seto dan Layang Kumitir pun tak bisa menghindar.
Saat akan dihakimi massa, muncullah Romo Pandito, sosok panutan yang adil dan bijaksana. 

Akhirnya Layang Seto dan Layang Kumitir pun meminta maaf atas kesalahan yang sudah dilakukan. Namun, Romo Pandito tetap pada pendiriannya.

Baca Juga: Indonesia Terima Apresiasi Sebagai Pengirim Jemaah Haji terbesar

“Boleh saja meminta maaf, tetapi proses hukum kepada pelaku tetap akan dilanjutkan,” ujar Romo Pandito.

Romo Pandito kemudian menambahkan,”Layang Seto dan Layang Kumitir harus menjalani hukuman percobaan pembunuhan.”

Baca Juga: Warga Sekitar Kali Ciliwung Gembira Atas Kehadiran Sodetan Ciliwung

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Resmikan Sodetan Ciliwung Yang Sempat Tidak Dilanjutkan

Para pemeran pentas ketoprak Damarwulan feat Minak Jinggo berfoto di akhir pementasan
Para pemeran pentas ketoprak Damarwulan feat Minak Jinggo berfoto di akhir pementasan (Happy Purnomo/TITIKTEMU.CO)

Romo Pandito berpesan agar semua keluarga selalu menjaga diri, baik anak maupun bapaknya harus sama-sama menjaga diri, agar terhindar dari masalah.

Tokoh panutan ini kemudian berpesan bahwa negara Majapahit yang besar ini harus terus dijaga dan dipelihara. Carannya, dengan menjaga akhlak generasi muda dan terus menjaga persatuan di dalam perbedaan, jangan suka bermusuhan hanya karena perbedaan.

Baca Juga: Bale Reren, Manjakan Penikmat Kuliner Santap Masakan Khas Sembari Belajar Budaya Jawa

“Justru perbedaan itu adalah modal sosial, sekaligus modal politik untuk memperkuat Nusantara,” terang Romo Pandito mengakhiri pementasan malam itu.
Ratusan penonton pun bertepuk tangan usai menikmati karya seni budaya ini.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X