TITIKTEMU.CO, Kemantren Danurejan Yogyakarta kini punya  Pelataran Niyaka Cokro Seni Budaya Kampung Cokrodirjan, yang berlokasi di RW 13 Kampung Cokrodirjan, Kelurahan Suryatmajan. Pelataran Niyaka Cokro ini  nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan seni dan budaya yang ada di Kampung Cokrodirjan.

Adanya Pelataran Niyaka Cokro Seni Budaya Kampung Cokrodirjan,  menurut Ketua Kampung Cokrodirjan Aswan Winarto, bisa menjadi media untuk mengekspresikan potensi seni budaya di kampungnya. Pihaknya juga telah membentuk tim pengelola wisata untuk mengembangkan potensi yang ada di Kampung Cokrodirjan.

"Kalau bisa kita usahakan setiap hari ada kegiatan misalnya latihan sekarawitanni tari, teater, ketoprak dan lainnya. Sehingga kalau kita tawarkan ke wisatawan bisa menjual. Ini masih obsesi kami, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan terwujud," jelasnya.

Baca Juga: Lihat, Kompetisi Bahasa dan Sastra Jawa di Yogya, Ternyata Tak Pernah Sepi Peminat

Bahkan ke depannya juga akan dibuat paket wisata bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Suryatmajan dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Tak hanya aktif dalam seni budaya saja, Kampung Cokrodirjan juga sebagai tempat untuk memproduksi makanan-makanan yang disetorkan  kepada angkringan-angkringan di Kota Yogyakarta.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo yang meresmikan Pelataran Niyaka Cokro, berharap, dengan banyaknya potensi yang ada bisa meningkatkan kesejahteraan bagi warga Kampung Cokrodirjan.

Kampung Cokrodirjan memiliki potensi yang luar biasa. Bregada pertama yang ada di Kota Yogyakarta berasal dari  Cokrodirjan,  Karawitan Cokro Budoyo, Bregada Cokrodirjo Alit dan Ageng, Bregada perempuan, Drum Band, Macapat, dan sebagainya. 

Jika ke depan akan mendeklarasikan sebagai kampung wisata, Singgih berharap, harus setiap saat siap untuk dikunjungi. Selain paket wisata, juga dibutuhkan pemandu wisata. Sehingga menjadi kesatuan yang komplit untuk wisatawan.

Baca Juga: Nasi Kuning Yang Khas Yogya, Nasi Kuning Muna Cung

"Memandu ini perlu ada pemahaman tentang potensi yang ada di sini. Pemandu juga harus orang lokal yang tahu persis tentang potensi daerah di sini. Nantinya pemandu bisa disertifikasi, di Dinas Pariwisata baik Kota maupun DIY," ungkapnya.

Singgih juga berharap, dengan lokasi Kampung Cokrodirjan yang sangat strategis dekat dengan Malioboro, dapat menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung dan menikmati seni dan budaya yang ada di Kampung Cokrodirjan.