TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Ada yang berbeda di malam itu, Jumat (28/07/2023) Gedung Binakarna, Bidakara di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan, terlihat deretan mobill berjejer di pelataran parkir. Sementara di lantai dua banyak orang berseliweran.
Malam itu, kolaborasi antara Pawarta Jogja, Kagama Depok dan Banhubda DIY menggelar acara pagelaran budaya Yogyakarta. Kali ini, berupa pementasan Ketoprak Damarwulan feat. Minak Jinggo.
Baca Juga: 9 Tempat Makan di Klaten Ini Bikin Nagih, Suasana Alamnya Keren Habis
Ini menarik. Ketika masa kini, budaya tanah air digempur dengan teknologi gawai dan internet yang tiada terbendung, pagelaran budaya semacam ini, seolah menjadi oase di padang pasir.
Semakin menarik, karena dalam pementasan tersebut, sejumlah publik figur terkenal juga ikut tampil di panggung. Sebut saja Menko Polhukam, Mahfud MD yang memerankan tokoh Romo Pandito, juga artis Ayu Azhari sebagai Kencono Wungu, Marwoto, Susilo Nugroho “Den Baguse Ngarso” serta beberapa perwakilan negara sahabat.
Baca Juga: 7 Tempat Makan di Kulon Progo, Kulineran dengan View Alam
Cerita dimulai dari keputusan Patih Logender yang memecat Dawarwulan, menyusul keributan yang terjadi dengan Layang Seto dan Layang Kumitir. Dengan fitnah kejinya, Patih Logender pun terhasut. Akibatnya, Damarwulan pun dipindahkan dari penjaga pintu masuk kerajaan dan tersingkir, hanya menjadi penjaga kuda di kandang.
Putri Kencono Wungu kemudian mengumpulkan seluruh pihak terkait.
Ternyata, Layang Seto dan Layang Kumitir belum puas dengan apa yang sudah terjadi.
Baca Juga: Persiapan Peresmian LRT Semakin Dekat, Menhub Cek Kesiapannya
Mereka terus membuat ulah dengan menebar fitnah ke sana-sini, termasuk kepada Minak Jinggo. Keduanya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan menjadi penguasa, hingga terjadi perkelahian akibat salah paham antara Minak Jinggo dengan Damarwulan.
Di akhir cerita, Damarwulan dan Minak Jinggo akhirnya bersekutu untuk mencari penyebab semua peristiwa ini sampai menemukan dalangnya. Minak Jinggo pura-pura mati dibunuh oleh Damarwulan.
Baca Juga: PART 17 MY COLD BAD BOY - MCBB by: RANNISKII
Terbunuhnya Minak Jinggo membuat Layang Seto dan Layang Kumitir senang. Tanpa disadari, mereka kembali membahas apa yang sebenarnya terjadi dan telah mereka lakukan.
Minak Jinggo yang sebenarnya masih hidup pun, ikut mendengarkan semua percakapan keduanya. Ia pun langsung bangun dari ‘kematiannya’dan membuat Layang Seto dan Layang Kumitir terkejut.