nasional

Gunung Semeru kembali Erupsi, Luncuran Awan Panas Mencapai 3 km

Sabtu, 15 Juli 2023 | 05:30 WIB
Gunung Semeru terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Sawur Lumajang pengamatan Jumat (14/7/2023) (PVMBG)

TITIKTEMU.CO, LUMAJANG - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi atau letusan disertai dengan awan panas guguran pada Jumat malam pukul 22.05 WIB.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi) di sepanjang Besuk Kobokan,

Dilansir dari Antara, petugas pos pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi melaporkan bahwa tinggi kolom erupsi Gunung Semeru tidak teramati dan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 596 detik.

Baca Juga: Cek Kembali Arah Kiblat, Matahari di Atas Kabah pada Tanggal 15 dan 16 Juli 2023

Jarak luncur awan panas guguran dari puncak gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu tidak diketahui karena pengamatan visualnya terhalang oleh kabut.

Gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu masih berstatus siaga atau level III, sehingga pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk mematuhi sejumlah rekomendasi yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Manchester United Buru Rasmus Hojlund Pemain Dinilai akan Menjadi Erling Haaland Baru

"Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak," tuturnya.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Baca Juga: Besok, Matahari Tepat di Atas Kabah. Kemenag: Waktu yang Tepat Perbaiki Arah Kiblat

Baca Juga: Sambut Ajang Olahraga Internasional, Pemerintah akan Siapkan Paket-Paket Wisata

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Kemudian masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.***

Tags

Terkini