Besok, Matahari Tepat di Atas Kabah. Kemenag: Waktu yang Tepat Perbaiki Arah Kiblat

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Jumat, 14 Juli 2023 | 06:30 WIB
Kabah sebagai kiblat umat Muslim melaksanakan ibadah salat. Ilustrasi (Saudi Press Agency )
Kabah sebagai kiblat umat Muslim melaksanakan ibadah salat. Ilustrasi (Saudi Press Agency )

TITIKTEMU.CO, JAKARTA Matahari akan berada tepat di atas Kabah pada Sabtu dan Minggu 15 dan 16 Juli 2023 besok. Pada waktu tersebut menjadi waktu yang tepat untuk mengecek dan memperbaiki kembali arah kiblat.

Hal ini perlu dilakukan, karena pada tanggal yang bertepatan dengan 26 dan 27 Zulhijah 1444H tersebut akan terjadi peristiwa Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat muslim Indonesia untuk mengecek arah kiblat pada Sabtu dan Minggu, tanggal 15 dan 16 Juli 2023.

Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Jemaah Haji Gelombang II Mulai Bergerak Ke Madinah

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar), Kementerian Agama, Adib menjelaskan Istiwa A’zam merupakan saat di mana matahari akan melintas tepat di atas Kabah.

Oleh karena itu, arah kiblat pun akan searah dengan matahari, ditandai dengan bayang-bayang benda tegak lurus yang akan membelakangi arah kiblat. Hal itu didasarkan atas tinjauan astronomi/ilmu falak.

“Peristiwa Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat akan terjadi pada hari Sabtu dan Ahad, tanggal 15 dan 16 Juli 2023 bertepatan dengan 26 dan 27 Zulhijah 1444 Hijriah pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, matahari akan melintas tepat di atas Kabah," kata Adib, Senin (10/7/2023).

Baca Juga: Wimbledon 2023: Novak Djokovic ketemu batunya, pertandingan dihentikan dan dilanjutkan hari ini

“Ini adalah waktu yang tepat bagi kita, umat muslim Indonesia untuk kembali mengecek arah kiblat,” imbuhnya.

Menurut Adib, ada berbagai teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat, seperti menggunakan kompas dan teodolit.

Namun, umat Islam juga dapat memastikan arah kiblat dengan cara melihat arah bayangan benda.

"Dalam kondisi seperti ini, yang perlu diperhatikan dalam pedoman arah kiblat adalah, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau menggunakan lot/bandul, permukaan dasar harus datar dan rata, jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, dan Telkom," tandas Adib.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X