nasional

Idul Fitri 2023 Sebentar lagi, Sempurnakan Puasa Ramadhan dengan Zakat Fitrah. Ini Syarat dan Ketentuannya

Senin, 17 April 2023 | 05:52 WIB
Zakat fitrah menjadi penyempurna ibadah puasa Ramadhan. Ilustrasi (NU Online)

Baca Juga: Pendaftaran Hari Ini, IPDN sediakan 534 Kursi Calon Praja, Begini Daftar dan Jadwal Seleksi Administrasinya

Zakat Fitrah dibayarkan besarannya adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.

Orang yang menunaikan zakat disebut dengan Muzakki, sedangkan Mustahik adalah sebutan untuk orang yang menerima zakat.

Untuk dapat mengamalkannya muzakki harus mengetahui pengertian, syarat, dan juga tujuan zakat fitrah.

Baca Juga: Itikaf, Ibadah yang Dianjurkan untuk Menjemput Lailatul Qadar. Begini tata caranya

Syarat menunaikan zakat fitrah.

Syarat Wajib

  1. Beragama Islam dan merdeka.
  2. Menemui dua waktu yaitu diantara bulan Ramadhan dan Syawal walaupun hanya sesaat.
  3. Mempunyai harta yang lebih dari pada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya.

Baca Juga: Mau Putar-putar Kota Malang? Tenang Malang Punya Bus Wisata Malang City Tour (Macito)

Syarat Tidak Wajib

  1. Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadhan.
  2. Anak yang lahir selepas terbenam matahari pada akhir Ramadhan.
  3. Orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadhan.
  4. Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadhan.

Adapun waktu yang tepat seorang muzakki saat mengeluarkan zakat fitrah sebelum sholat Idul Fitri, dan lebih cepat lebih baik.

Baca Juga: 7 Tempat Nongkrong Murah-meriah di Solo, dari Sitaan Kasus Korupsi hingga Bekas Lokalisasi

Baca Juga: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dibuka untuk umum 28 Februari 2023. Ramadhan akan hadirkan 5 imam besar dari UEA

Berikut hadits tentang waktu Rasulullah SAW menunaikan zakat fitrah,

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ أَبُو عَمْرٍو الْحَذَّاءُ الْمَدَنِيُّ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ الصَّائِغُ عَنْ ابْنِ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِإِخْرَاجِ الزَّكَاةِ قَبْلَ الْغُدُوِّ لِلصَّلَاةِ يَوْمَ الْفِطْرِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَهُوَ الَّذِي يَسْتَحِبُّهُ أَهْلُ الْعِلْمِ أَنْ يُخْرِجَ الرَّجُلُ صَدَقَةَ الْفِطْرِ قَبْلَ الْغُدُوِّ إِلَى الصَّلَاةِ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Amru bin Muslim Abu Amru Al Khaddza' Al Madani] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Nafi' As Sha`igh] dari [Ibnu Abu Zannad] dari [Musa bin Uqbah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk membayar zakat fitrah sebelum berangkat (ke tempat sholat) pada hari raya idul fitri. Abu 'Isa berkata, ini merupakan hadits hasan shahih gharib, atas dasar ini para ulama lebih menganjurkan untuk membayar zakat fitrah sebelum berangkat sholat. (HR. Tirmidzi: 613)

Halaman:

Tags

Terkini