nasional

Menjelang Ramadhan, Inilah Amalan yang Dapat Dikerjakan. Salah satunya Mengingatkan akan Kematian

Jumat, 17 Maret 2023 | 05:40 WIB
Amalan Menjelang Bulan Ramadhan. Ilustrasi (Freepik)

Siti Aisyah RA juga memperbanyak Qodho Puasa di Bulan Syaban sebagaimana dituangkan dalam hadits.
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنْ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari [Abu Salamah] berkata; Aku mendengar [‘Aisyah radliallahu ‘anha] berkata: “Aku berhutang puasa Ramadhan dan aku tidak bisa mengqadha’nya kecuali pada bulan Sya’ban“.
Yahya berkata: “Karena dia sibuk karena atau bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam “. (Bukhari 1814).

2. Memperbanyak Doa
Amalan menjelang Ramadhan selanjutnya dengan memperbanyak doa dan amal saleh. Doa yang yang sering dibaca saat bulan Rajab, Syaban dan menjelang Ramadhan adalah doa yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik ra, bahwasanya beliau nabi Muhammad SAW ketika memasuki bulan Rajab berdoa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجب وَشَعْبَانَ ، وَبَلغنَا رَمَضَانَ
Allahumma baariklanaa fii rajaba wa sya'baana wa ballighnaa ramadhoona.
Artinya: “Ya Allah berkahilah kami pada bulan rajab dan sya’ban, dan sampaikan kami di bulan ramadhan.”

Doa lain menyambut Bulan Ramadhan:
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَم رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ هِلاَلَ رُشْدٍ وَخَيْرٍ
Allahumma ahlilhu 'alayna bil-amni wal iimaani wassalaamati wal islaami, Robbii wa Robbukallahu, hilala rusydin wa khoirin.
Artinya: Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb ku dan Rabb mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.” (HR. Turmudzi).

Baca Juga: PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan, Puasa Hari Pertama 23 Maret 2023

3. Memperbanyak Puasa Sunnah sebelum Ramadhan
Menyambut Bulan Ramadhan, muslim dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa sunnah seperti Puasa Rajab, Puasa Syaban, Puasa Senin Kamis, Puasa Daud maupun Puasa Ayyamul Bidh.

Hal ini bertujuan melatih diri sebelum menyongsong Bulan Ramadhan yang diwajibkan berpuasa penuh sebulan. Dengan banyak berpuasa sunnah, tubuh akan terbiasa dan tidak kaget saat menjalani Puasa Ramadhan.

Abu Salamah RA menceritakan: "Aku bertanya kepada Aisyah RA tentang puasa Rasulullah SAW. Ia menjawab, 'Rasulullah SAW berpuasa sampai-sampai kami berkata, Beliau benar-benar berpuasa dan beliau juga tidak berbuka sampai-sampai kami berkata, Beliau benar-benar telah berbuka. Dan aku tidak pernah melihat Beliau berpuasa pada bulan Syaban. Yakni, Beliau SAW berpuasa pada bulan tersebut hampir semuanya (sebulan penuh)." (HR. Muslim, Nasa'i, dan Ahmad).

Baca Juga: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dibuka untuk umum 28 Februari 2023. Ramadhan akan hadirkan 5 imam besar dari UEA

4. Ziarah Kubur
Amalan menjelang Ramadhan selanjutnya bisa dengan melakukan ziarah kubur. Di sebagian wilayah, hal ini menjadi sebuah tradisi yang tak boleh terlewat, dikenal dengan istilah nyadran.

Ziarah kubur ini dilakukan sebagai pengingat akan kematian dan meningkatkan rasa zuhud kita.

Mengirim doa untuk para leluhur, sekaligus bertawassul kepada mereka. Tawassul dalam berdoa merupakan anjuran dalam islam.

Diriwayatkan pula dari sahabat Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah SAW saat memakamkan Fatimah binti Asad, ibu dari sahabat Ali, beliau berdoa :
اَللَّهُمَّ بٍحَقٍّيْ وَحَقِّ الأنْبٍيَاءِ مِنْ قَبْلِيْ اغْفِرْلأُمِّيْ بَعْدَ أُمِّيْ

Artinya: "Ya Allah dengan hakku dan hak-hak para nabi sebelumku, Ampunilah dosa ibuku setelah Engkau ampuni ibu kandungku." (HR.Thabrani, Abu Naim, dan al-Haitsami)

5. Memperdalam Ilmu Agama khususnya tentang Puasa
Amalan menjelang Ramadhan selanjutnya ialah dengan mempelajari kembali ilmu agama, termasuk belajar tentang segala hal berkaitan bulan Ramadhan. Ilmu begitu diagungkan dalam Islam, sebagai pedoman dalam beramal, bertindak dan beribadah.

Syarat diterimanya amal setelah ikhlas adalah mutaba’ah, yakni amal yang dilakukan harus benar dan sesuai syariat serta sunnah. Oleh sebab itu, memperdalam kembali ilmu agama begitu penting dilakukan. Di waktu menjelang Ramadhan ini, kita perlu menyegarkan kembali pelajaran tentang fiqh ibadah di bulan Ramadhan. Misalnya dengan fiqh puasa, shalat tarawih, zakat, sedekah, dan ibadah-ibadah lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini