Kiprahnya di lingkungan NU juga berkembang secara bertahap dari tingkat daerah hingga ke tingkat pusat.
Ia pernah dipercaya menjalankan sejumlah posisi dalam struktur NU, termasuk di bidang pendidikan dan jajaran Syuriah.
Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya ke tingkat kepengurusan NU yang lebih tinggi hingga dipercaya sebagai Rais Aam PBNU.
Baca Juga: Viral! Sampurna Si Orang Utan Ketapang Teteskan Air Mata, Lemas Tercekik Asap Karhutla
Kembali Dipercaya Jadi Rais Aam
KH Miftachul Akhyar sebelumnya telah dipercaya menduduki posisi Rais Aam PBNU. Ia kembali mendapatkan amanah yang sama untuk masa khidmah 2026-2031 melalui keputusan sembilan anggota AHWA dalam Muktamar ke-35 NU.
Keputusan tersebut sekaligus memperpanjang kiprahnya dalam memimpin jajaran Syuriah PBNU.
Dengan terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar, perhatian selanjutnya tertuju pada proses pemilihan Ketua Umum PBNU yang akan menjadi pasangan kepemimpinan organisasi NU untuk periode 2026-2031.
Mekanisme musyawarah AHWA pun kembali menjadi bagian penting dalam menentukan arah kepemimpinan PBNU lima tahun mendatang.***