nasional

KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031, Dipilih Lewat Musyawarah 9 Kiai AHWA

Senin, 31 Agustus 2026 | 21:16 WIB
Sidang tertutup berlangsung di Ndalem Kasepuhan, yang menghasilkan kesepakatan terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU, pada Minggu, 30 Agustus 2026. (Threads/@lawjustice.co/@aswajamoderat_)

Terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam kemudian membawa rangkaian Muktamar ke tahap selanjutnya, yakni proses penentuan Ketua Umum PBNU.

Rais Aam terpilih bersama delapan anggota AHWA lainnya akan menjalankan proses musyawarah untuk menentukan sosok yang akan mendampingi kepemimpinan Syuriah NU selama lima tahun ke depan.

Profil KH Miftachul Akhyar

KH Miftachul Akhyar dikenal sebagai salah satu ulama yang memiliki kiprah panjang di bidang pendidikan pesantren dan organisasi NU.

Ia lahir di Surabaya pada 17 Desember 1953. Sejak kecil, KH Miftachul Akhyar mendapatkan pendidikan agama dari lingkungan keluarga.

Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut di sejumlah lembaga pendidikan Islam. Dalam naskah profilnya, KH Miftachul Akhyar disebut pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Langitan, Tuban.

Ia selanjutnya melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo. Pesantren tersebut dikenal dengan sistem pendidikan modern dan pengajaran yang memadukan berbagai disiplin ilmu.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Gontor, KH Miftachul Akhyar disebut meneruskan perjalanan keilmuannya ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Selama menempuh pendidikan, ia memperdalam berbagai bidang keislaman, mulai dari fikih, ushul fikih, hadis, tafsir, hingga filsafat dan tasawuf.

Baca Juga: Viral! Kebakaran Besar di Tumbang Nusa Kalteng, Langit Merah Seperti Lautan Api

Pengalaman belajar di berbagai lembaga pendidikan tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan keilmuan KH Miftachul Akhyar sebagai ulama.

Mengasuh Pesantren Miftachus Sunnah

Setelah kembali dari perjalanan pendidikannya, KH Miftachul Akhyar memilih mengabdikan diri di bidang pendidikan Islam.

Ia kemudian mengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Surabaya. Di pesantren tersebut, ia memberikan perhatian terhadap pendidikan kader dan penguatan pemahaman keislaman.

KH Miftachul Akhyar juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Ia kerap hadir dalam forum pengajian dan memberikan ceramah di berbagai daerah.

Halaman:

Tags

Terkini