Pertamina juga konsisten berada di empat besar Fortune Indonesia 100 selama empat tahun terakhir, bersama PLN, Astra International, dan BRI.
Baca Juga: Mutasi 424 Polisi Digelar, Sejumlah Jabatan Strategis Polri Resmi Berganti
5. KAI – 31.153 karyawan
Nama terakhir adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Perusahaan transportasi perkeretaapian ini memiliki 31.153 karyawan
Dengan jumlah tersebut, KAI berada di peringkat ke-10 jika dibandingkan dengan seluruh perusahaan dalam Fortune Indonesia 100 2026.
19 BUMN Masuk Fortune Indonesia 100
Lima nama tadi hanyalah sebagian dari perusahaan BUMN yang masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 2026. Secara keseluruhan, terdapat 19 BUMN di dalam daftar tersebut.
Baca Juga: BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026, Kredit UMKM Tembus Rp1.235 Triliun
Meski hanya berjumlah 19 perusahaan, total pendapatannya mencapai Rp3.131,83 triliun. Nilai tersebut menyumbang sekitar 50,32 persen dari total pendapatan seluruh perusahaan dalam Fortune Indonesia 100.
Untuk masuk daftar 2026, perusahaan harus mencatat pendapatan minimal Rp12,31 triliun sepanjang 2025. Dari seluruh 100 perusahaan yang masuk, total pendapatannya mencapai Rp6.224,01 triliun.
Namun, pendapatan besar belum tentu otomatis membuat laba ikut melaju. Dari 100 perusahaan tersebut, 66 persen memang mengalami pertumbuhan pendapatan, tetapi hanya 49 perusahaan yang berhasil meningkatkan laba bersih.
Baca Juga: 1.000+ Lowongan Kerja di KEK Batang Dibuka! 3.500 Orang Sudah Berebut Kursinya
Artinya sederhana: omzet boleh naik, tetapi menjaga agar keuntungan ikut bertambah ternyata cerita yang berbeda.
Editor-in-Chief Fortune Indonesia Hendra Soeprajitno menyebut pertumbuhan pendapatan belum otomatis berubah menjadi pertumbuhan laba.
Batas pendapatan untuk masuk Fortune Indonesia 100 2026 sendiri naik 7,85 persen dibandingkan edisi sebelumnya. Jika dibandingkan dengan edisi pertama yang menggunakan kinerja perusahaan pada 2021, ambang batasnya bahkan sudah meningkat hampir 46 persen.***