Jam Belajar Diubah Jadi 30 Menit
Dalam rapat tersebut, Reza turut membahas penyesuaian kegiatan belajar mengajar selama kabut asap karhutla.
Ia menyampaikan rencana agar jam masuk sekolah diubah menjadi pukul 08.00 WIB. Sementara itu, durasi setiap mata pelajaran akan dipersingkat menjadi sekitar 30 menit.
"Jadi, saya meminta kepada Bapak dan Ibu. Mohon nanti ini saya akan buatkan surat edaran. Masuknya jam 8 untuk adik-adik," jelas Reza.
"Nanti pulangnya mungkin karena kita sudah setting di 30 menit tiap jam pelajaran," sambungnya.
Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk penyesuaian terhadap situasi yang sedang dihadapi daerah akibat karhutla.
Minta Sekolah Tak Kaku soal Siswa Terlambat
Reza juga meminta sekolah memberikan kelonggaran kepada siswa yang terlambat datang akibat kondisi tertentu.
Ia mengingatkan agar sekolah tidak langsung menutup gerbang ketika siswa terlambat, terutama apabila mereka sudah menempuh perjalanan dari rumah.
Baca Juga: Apa Itu AHWA? Ini Alasan Forum 9 Kiai Sepuh Kini Berperan Menentukan Ketum PBNU 2026-2031
"Jangan sampai pintu gerbang sekolah ditutup begitu saja ketika siswa terlambat, mengingat mereka sudah jauh-jauh ke sekolahan," terangnya.
Menurutnya, pelaksanaan aturan selama kondisi karhutla perlu mempertimbangkan situasi di lapangan. Sekolah diminta menyesuaikan teknis pembelajaran dengan kondisi masing-masing.
Siswa Bisa Dipulangkan Lebih Awal
Penyesuaian juga dapat dilakukan ketika kondisi mengharuskan siswa meninggalkan sekolah sebelum jadwal normal.
Reza meminta agar keputusan tersebut dilakukan secara terkoordinasi dan tidak dilakukan secara sembarangan.