nasional

Boy Thohir Kirim Talenta Muda Indonesia Kuliah ke China, Berharap Pulang Bangun Negeri

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:55 WIB
Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), Garibaldi Thohir alias Boy Thohir secara resmi mengirim putra-putri terbaik Tanah Air untuk menempuh pendidikan di Tianjin University, China. (Instagram.com/@herbettimbosiahaan)

“Kami berharap adik-adik semua bisa kembali ke tanah air untuk memberikan yang terbaik untuk negara tercinta yang kita cintai ini,” ungkap Boy Thohir.

Pesan tersebut menjadi salah satu tujuan utama program beasiswa, yakni mencetak sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kompetensi global tetapi tetap memiliki komitmen untuk membangun negeri.

Hendropriyono Dorong Penguatan SDM Indonesia

AM Hendropriyono turut menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui akses pendidikan yang berkualitas.

Menurutnya, pengiriman talenta muda Indonesia untuk belajar di China merupakan salah satu langkah untuk menyiapkan generasi yang mampu menguasai teknologi dan memberikan sumbangsih bagi kemajuan nasional.

Baca Juga: Momen Hangat Prabowo di Pengungsian Nagekeo, Anak-Anak Antusias Sapa hingga Bersalaman

“Langkah ini penting untuk mencetak generasi yang mampu menguasai teknologi dan berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia,” ujar Hendropriyono.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menemukan dan mengembangkan anak-anak muda Indonesia yang memiliki potensi besar.

Beasiswa Sasar Anak Berprestasi yang Terkendala Finansial

Hendropriyono menjelaskan, program beasiswa tersebut secara khusus juga memberikan perhatian kepada calon mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan secara finansial.

Menurutnya, masih banyak anak Indonesia yang memiliki kemampuan akademik dan potensi besar, tetapi kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi terhambat persoalan biaya.

“Kita akan mengirim putra-putri Indonesia terbaik yang memang punya potensi supaya gampang untuk dibentuk menjadi kekuatan dan maju, terutama orang yang tidak mampu secara finansial karena bangsa kita ini masih lebih banyak yang miskin,” kata Hendropriyono.

Baca Juga: Prabowo Minta Penanganan Bencana NTT Fokus Bantu Warga, Bukan Sibuk Sambut Pejabat

Ia mengatakan proses seleksi penerima beasiswa dilakukan dengan persyaratan yang cukup ketat. Hal tersebut membuat jumlah mahasiswa yang berhasil lolos masih terbatas.

Meski demikian, Hendropriyono menilai mereka yang terpilih merupakan talenta muda dengan kemampuan akademik dan potensi yang sangat baik.

Halaman:

Tags

Terkini