TITIKTEMU.CO – Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, mendorong agar hubungan Indonesia dan China tidak hanya berfokus pada perdagangan dan dunia usaha.
Menurut Boy Thohir, kerja sama kedua negara juga perlu diperluas ke sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mencetak generasi muda Indonesia yang unggul dan memiliki daya saing global.
Hal tersebut disampaikan Boy Thohir dalam acara Pelepasan Penerima Beasiswa Dharma Bumiputra yang berlangsung di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2026.
“Kadin Komite Tiongkok tentunya mempunyai visi bagaimana kami bisa menjadi jembatan antara dunia usaha di Indonesia dan juga dunia usaha yang berada di Tiongkok,” ujar Boy Thohir.
Namun, ia mengatakan peran tersebut tidak seharusnya berhenti pada hubungan bisnis dan perdagangan.
“Namun dalam perkembangannya tentunya kami juga ingin berperan lebih selain di bidang perdagangan,” tambahnya.
Baca Juga: Prabowo Datang ke Pengungsian Nagekeo, Warga Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Tangani Gempa
Kerja Sama RI-China Sasar Pengembangan SDM
Boy Thohir menilai hubungan Indonesia-China dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila turut diarahkan pada pengembangan talenta muda.
Menurutnya, generasi muda Indonesia perlu mendapatkan kesempatan untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus mempelajari faktor yang membuat China mengalami pertumbuhan ekonomi dan teknologi secara pesat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kerja sama Kadin Indonesia Komite Tiongkok dengan Tianjin University.
Dalam program tersebut, tiga putra-putri terbaik Indonesia mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di China, terutama untuk memperdalam bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Program beasiswa ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kompetensi SDM Indonesia sekaligus membuka pengalaman internasional bagi generasi muda.
Baca Juga: Momen Hangat Prabowo di Pengungsian Nagekeo, Anak-Anak Antusias Sapa hingga Bersalaman