Kelompok lanjut usia juga disebut membutuhkan pendekatan edukasi yang lebih intensif. Meski demikian, Disdukcapil belum memiliki perhitungan khusus mengenai seberapa besar faktor usia berpengaruh terhadap rendahnya aktivasi.
Baca Juga: Shizuku Apk untuk Apa? Link Download dan Fungsi di Android 14 & 15
IKD Belum Dipakai Secara Merata
Ada satu persoalan lain yang cukup menarik: masyarakat bisa saja sudah memiliki IKD, tetapi belum banyak menemukan tempat untuk menggunakannya.
Menurut Disdukcapil, pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital masih belum merata di berbagai instansi pemerintah maupun sektor usaha. Sebagian layanan belum terintegrasi sepenuhnya dengan IKD.
Kondisi tersebut membuat manfaat identitas digital belum terasa secara luas. Ibarat punya kartu akses, tetapi pintu yang bisa dibuka masih sedikit.
Karena itu, perluasan penggunaan IKD dinilai dapat menjadi pemicu agar semakin banyak warga mau melakukan aktivasi. Ketika identitas digital mulai diterima di lebih banyak layanan, masyarakat kemungkinan memiliki alasan yang lebih konkret untuk menggunakannya.
Mengejar Target 10 Persen
Disdukcapil Tangsel kini menghadapi dua pekerjaan sekaligus: memperluas pelayanan dan menjelaskan manfaat IKD dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
Capaian 7 persen menunjukkan program tersebut sudah berjalan, tetapi masih jauh dari target 10 persen. Pemerintah berharap kombinasi sosialisasi, pelayanan jemput bola, serta semakin luasnya pemanfaatan IKD dapat membuat lebih banyak warga Tangsel tertarik mengaktifkannya.
Sebab, identitas digital pada akhirnya bukan hanya soal punya aplikasi di ponsel. Ia baru terasa berguna ketika masyarakat benar-benar tahu untuk apa identitas tersebut dan bisa memakainya dalam kehidupan sehari-hari.***