"Jembatan masih utuh, cuma pas masuk jembatan retak berlubang," jelasnya.
Menurutnya, kendaraan dengan muatan ringan masih dapat melewati jalur tersebut. Namun, kendaraan dengan beban berat tidak lagi memungkinkan untuk melintas dengan aman.
"Mobil muatan ringan masih bisa lewat, kalau yang muatan berat sudah tidak bisa," imbuhnya.
Dalam rekaman tersebut juga terlihat kendaraan Basarnas dan sejumlah kendaraan lain melintasi lokasi dengan sangat hati-hati.
Ribuan Gempa Susulan Terjadi
Aktivitas gempa di Flores masih berlangsung hingga Kamis, 20 Agustus 2026.
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan magnitudo M 5,8 terjadi pada pukul 05.45 WIB. Episenternya berada sekitar 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai, NTT.
Kemudian pada pukul 15.01 WIB, kembali terjadi gempa berkekuatan M 5,2 dengan lokasi sekitar 44 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Hingga pukul 16.00 WIB pada hari yang sama, hasil monitoring BMKG mencatat sebanyak 3.752 aktivitas gempa susulan. Gempa susulan terbesar yang terdeteksi mencapai magnitudo M 6,2.
Korban Gempa NTT Terus Bertambah
Di tengah aktivitas gempa susulan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memperbarui data korban dan dampak kerusakan akibat gempa.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru, Jarak Pandang Cuma 5-10 Meter: Warga Khawatir Kecelakaan
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah korban meninggal dunia bertambah empat orang dibandingkan data sebelumnya.
"Kemarin kami memberitakan 71 jiwa, hari ini bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu," ujar Berton dalam konferensi pers, Kamis, 20 Agustus 2026.