Dalam unggahan berikutnya, pemilik akun mengatakan bahwa gempa susulan masih dirasakan beberapa kali setelah gempa utama.
Ia juga menyebut petugas Basarnas sempat mendatangi hotel tempatnya menginap untuk memberikan arahan kepada para pengunjung.
Menurut informasi yang diterimanya, warga dan wisatawan diminta menuju kawasan yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.
“Gempa susulan masih terus berlanjut, air laut pasang surut dan tadi pihak Basarnas juga sudah datang ke hotel tempat aku stay (Katamaran) memberi arahan untuk berlindung ke arah utara dan naik ke dataran tinggi,” tulisnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan perhatian dan doa bagi warga maupun wisatawan yang berada di Labuan Bajo.
Dalam video lainnya, ia kembali memperlihatkan kondisi laut dan menyebut permukaan air sempat naik sebelum kembali surut.
Baca Juga: SPPG Mojokerto Meledak dan Terbakar, 5 Orang Jadi Korban: 3 Alami Luka Bakar
BMKG Akhiri Peringatan Tsunami
Pasca gempa M 7,7 tersebut, BMKG memang sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami bagi sejumlah wilayah terdampak.
Setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi laut, BMKG kemudian menyatakan peringatan tersebut telah berakhir. BMKG juga melaporkan adanya gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah satu meter di sejumlah wilayah.
“Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG melalui akun media sosial X pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi BMKG, episenter gempa berada di koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur atau sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Baca Juga: Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Berastagi, Pernyataan ‘Berita Baik’ Bupati Karo Jadi Sorotan
Gempa tersebut tercatat berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer.
Masyarakat di wilayah terdampak tetap diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, serta pemerintah daerah, terutama terkait perkembangan gempa susulan maupun kondisi pesisir.***