nasional

Viral Kebakaran TPS Kramat Jati, Warga Keluhkan Penanganan Lambat hingga Satu Petugas Damkar Jakarta Timur Meninggal Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 | 10:13 WIB
Viral keluhan warga saat terjadi kebakaran tumpukan sampah di TPS di Dukuh, Kramat Jati. (Threads/fzh09 - dewinin20)

TITIKTEMU.CO – Sebuah unggahan di media sosial Threads mengenai kebakaran yang terjadi di kawasan Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi perbincangan publik. Dalam utas tersebut, warga mengeluhkan lambannya penanganan kebakaran yang melanda lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pemilik akun Threads @fzh09 menyebut lokasi yang terbakar merupakan tempat pembuangan sampah yang diduga beroperasi secara ilegal. Ia mengklaim kawasan tersebut sebelumnya merupakan rawa dan tanah milik negara yang kini digunakan sebagai lokasi pembuangan puing dan sampah.

"Setiap hari ada sekitar tiga hingga lima truk yang membuang sampah di lokasi tersebut," tulis pemilik akun dalam unggahannya yang dikutip pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Baca Juga: Kang Andhy Resmi Daftar Calon Ketua PWI Jawa Barat 2026-2031, Usung Program Kesejahteraan dan Peningkatan Kapasitas Wartawan

Warga Keluhkan Penanganan Kebakaran

Dalam utas yang sama, pemilik akun mengaku sempat diminta oleh pihak kelurahan agar tidak menyebarluaskan informasi mengenai kebakaran tersebut.

Ia juga mengklaim diminta menghapus unggahan di WhatsApp dan dihubungi oleh seseorang dari pihak kelurahan. Menurutnya, seluruh percakapan tersebut telah didokumentasikan melalui tangkapan layar.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa komandan pemadam kebakaran sempat menyampaikan keluhan mengenai minimnya bantuan logistik di lokasi, sehingga dirinya berinisiatif membeli air minum dan konsumsi untuk para petugas.

Pemilik akun juga mempertanyakan keberadaan aparat setempat saat proses penanganan kebakaran berlangsung.

Baca Juga: Kronologi Kopilot Malaysia Diduga Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Bandara Soetta, Dijanjikan Upah Rp220 Juta

Warga Patungan Sewa Beko

Keluhan lainnya berkaitan dengan upaya masyarakat yang disebut patungan menyewa alat berat berupa beko untuk membantu proses pemadaman.

Namun, berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari pihak kelurahan, alat berat milik pemerintah tidak dapat digunakan karena satu unit masih berada di area berair, sementara unit lainnya tidak memiliki akses menuju lokasi kebakaran.

Menurut warga, kondisi tersebut membuat proses penanganan dinilai kurang maksimal.

Halaman:

Tags

Terkini