Langkah tersebut dilakukan guna memastikan apakah kejadian tersebut benar berkaitan dengan menu Program Makan Bergizi Gratis atau disebabkan faktor lain.
"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh hasil pemeriksaan laboratorium selesai," kata Hakam.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dan menunggu hasil resmi dari proses investigasi yang sedang berlangsung.
Tim Gerak Cepat Diterjunkan
Dalam penanganan kasus ini, Dinkes Kota Semarang telah mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk melakukan investigasi epidemiologi dan menelusuri sumber dugaan keracunan.
Selain itu, Dinkes juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk SMKN 6 Semarang, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semarang Timur/Karangturi, serta Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG di wilayah tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG yang terkait untuk sementara dihentikan hingga seluruh proses penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan.
Pihak Sekolah Benarkan Ada Guru yang Terdampak
Kepala SMKN 6 Semarang, Berty Sagendra, membenarkan bahwa bukan hanya siswa, tetapi juga tenaga kependidikan di sekolahnya mengalami gejala serupa.
"Saya mendapat laporan bahwa ada tenaga kependidikan yang ikut terdampak," ujar Berty.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. Otoritas terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai dasar penetapan penyebab insiden.***