Namun, jangan berharap harga tiketnya setara perjalanan kereta reguler. KAI memang menyiapkan kereta mewah KAI ini untuk segmen pasar khusus melalui konsep paket wisata eksklusif.
Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa sebelumnya mengatakan harga perjalanan akan relatif tinggi karena layanan tersebut menyasar pasar niche. Paketnya akan dikemas agar penumpang tidak sekadar berpindah kota, tetapi mendapatkan pengalaman perjalanan yang berbeda.
Terinspirasi Orient Express
Di balik tampilannya yang glamor, Nusantara Explorer ternyata lahir dari tangan pekerja lokal. Pengembangan kereta dilakukan oleh tenaga profesional di Balai Yasa Surabaya Gubeng.
Baca Juga: Usia Baru 27 Tahun, Yesita Sudah Jadi Doktor UGM dengan IPK 3,99: Rahasianya Bukan Cuma Pintar
Konsep desainnya terinspirasi dari kereta legendaris Orient Express di Eropa. Namun, KAI mengembangkan karakter tersendiri melalui pengerjaan interior dan fasilitas yang disesuaikan dengan konsep perjalanan premium.
Saat ini, pengembangan rangkaian masih berlangsung. Dari rencana total 12 kereta, dua unit telah menyelesaikan pengerjaan interior dan menjalani uji statis serta dinamis di lintas Surabaya Gubeng–Lamongan pulang-pergi.
Hasil pengujian tersebut masih menjadi bahan evaluasi sebelum penyempurnaan berikutnya dilakukan.
Jadi, Nusantara Explorer bukan cuma soal kereta yang terlihat mahal. KAI sedang mencoba mengubah cara orang memandang perjalanan jarak jauh: bukan lagi sekadar “sampai tujuan”, tetapi menikmati perjalanan sebagai bagian utama dari liburan.***