nasional

Korupsi Kebun Binatang Surabaya Tembus Rp10,2 Miliar, Satwa Ikut Jadi Korban?

Rabu, 29 Juli 2026 | 10:14 WIB

TITIKTEMU.CO-Uang pakan yang seharusnya masuk ke kandang justru berujung menjadi perkara korupsi. Kasus di Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini tidak hanya bicara soal dugaan kerugian negara Rp10,2 miliar, tetapi juga mempertanyakan nasib satwa yang hidup di balik pagar kebun binatang.

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengecam dugaan penyelewengan anggaran pakan dan perawatan satwa tersebut. Menurutnya, praktik yang diduga berlangsung selama lebih dari 10 tahun itu dapat memberikan dampak langsung terhadap kesehatan dan keselamatan satwa.

Perkara ini mencuat setelah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama KBS, Choirul Anwar, sebagai tersangka dugaan korupsi dengan nilai sekitar Rp10,2 miliar.

Baca Juga: Toyota Alphard Polisi yang Viral Intimidasi Satpam di Bundaran HI Ini Ternyata Punya Masalah Lain: Pajak Menunggak Sejak 2023

Ketika Korupsi Menyentuh Kandang Satwa

Bagi Daniel, persoalan ini memiliki dimensi yang jauh lebih besar daripada sekadar angka kerugian keuangan negara. Jika dana untuk pakan dan perawatan diselewengkan, satwa menjadi pihak yang tidak punya suara untuk mengeluhkan akibatnya.

Ia menilai dugaan korupsi tersebut berpotensi menyebabkan satwa mengalami kekurangan gizi hingga kematian. Karena itu, Daniel meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada satu tersangka dan mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat.

Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab dalam melindungi satwa sekaligus menjaga keanekaragaman hayati. Anggaran konservasi pun seharusnya benar-benar sampai kepada kebutuhan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: El Nino Kuat Sudah Datang, tapi Jakarta Malah Begini dalam 5 Hari ke Depan

Jangan Berhenti di Kasus KBS

Kasus korupsi Kebun Binatang Surabaya juga dinilai dapat menjadi alarm bagi pengelolaan lembaga konservasi lainnya.

Daniel mendorong pemerintah melakukan audit nasional terhadap tata kelola lembaga konservasi di Indonesia. Audit tersebut, menurutnya, jangan hanya memeriksa laporan keuangan atau dokumen administrasi.

Kualitas pakan, layanan kesehatan hewan, kondisi kandang, hingga standar kesejahteraan satwa juga perlu diperiksa. Sebab, laporan keuangan yang terlihat rapi belum tentu menggambarkan kondisi satwa di dalam kandang.

Baca Juga: El Nino Kuat Sudah Datang, tapi Jakarta Malah Begini dalam 5 Hari ke Depan

Halaman:

Tags

Terkini