nasional

Latsarmil Manajer Kopdes Resmi Dihentikan, Ini 4 Kontroversi yang Jadi Sorotan: dari Latihan Tembak hingga Denda Rp100 Juta

Rabu, 1 Juli 2026 | 23:12 WIB
Kemhan menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Kopdes-KNMP usai ramainya kontroversi di media sosial. (Instagram.com/@suaraakarrumputt)

TITIKTEMU.CO – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memutuskan menghentikan pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sebagai penggantinya, Kemhan mengubah konsep pelatihan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan calon pengelola koperasi.

Keputusan tersebut diumumkan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Turun Mulai 1 Juli 2026, Pertamina Dex Anjlok Rp3.650 per Liter, Ini Daftar Lengkapnya

Menurut Rico, perubahan dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap pendekatan pelatihan sehingga tidak lagi berorientasi pada kegiatan kemiliteran.

Kebijakan ini muncul setelah program latsarmil menuai berbagai kritik dan kontroversi dari sejumlah kalangan.

1. Latsarmil Diganti Menjadi Pembekalan Bela Negara

Kemhan memastikan istilah maupun materi pelatihan kini diubah agar lebih menitikberatkan pada pembinaan karakter, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial.

Sejumlah aktivitas yang bersifat teknis dan taktis militer juga dipangkas dari kurikulum pelatihan.

Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Kuansing Suhardiman Jadi Tersangka, Dugaan Suap Mobil Land Cruiser Rp2 Miliar untuk Jabatan Sekda Terungkap

2. Latihan Menembak Tuai Kritik Publik

Salah satu polemik terbesar muncul setelah beredar video yang memperlihatkan peserta pelatihan mengikuti latihan menggunakan senjata.

Cuplikan tersebut viral di media sosial dan memicu pertanyaan publik mengenai urgensi materi kemiliteran bagi calon manajer koperasi desa.

Merespons kritik tersebut, Kemhan memastikan latihan menembak tidak lagi menjadi bagian dari program pembekalan yang baru.

Halaman:

Tags

Terkini