nasional

5 Tahun Lagi Jakarta Akan Seperti Apa? Ini Proyeksi Ilmiahnya

Senin, 29 Juni 2026 | 22:03 WIB
Ilustrasi Jakarta 5 tahun lagi menghadapi ancaman iklimim (Desain AI)

Gelombang panas mungkin belum seintens beberapa negara lain, tetapi peningkatan suhu rata-rata sudah cukup untuk membuat kota terasa lebih gerah dibanding satu dekade lalu.

Efek ini semakin kuat karena dominasi beton, aspal, dan minimnya ruang terbuka hijau di sejumlah kawasan.

Infrastruktur Akan Diuji Lebih Keras

Jakarta memang terus membangun berbagai proyek pengendalian banjir dan peningkatan infrastruktur.

Baca Juga: Logo HUT RI ke-81 Dipilih Rakyat, Tapi Cerita di Baliknya Jauh Lebih Menarik

Namun tantangan yang dihadapi juga terus berkembang.

Dalam lima tahun ke depan, sistem drainase, tanggul pesisir, pompa air, dan jaringan transportasi akan menghadapi tekanan yang lebih besar dibanding saat ini.

Ketika hujan ekstrem, pasang laut, dan penurunan tanah terjadi bersamaan, kemampuan kota dalam beradaptasi akan menjadi faktor penentu.

Ini berarti pembangunan fisik saja tidak cukup. Dibutuhkan perubahan pola konsumsi air tanah, tata ruang yang lebih adaptif, serta kesadaran warga untuk menghadapi risiko jangka panjang.

Baca Juga: “Kalau Saya Mau, Anggarannya Nol”: Pernyataan Menkeu soal MBG yang Bikin Banyak Orang Kaget

Pertanyaan Besarnya: Apakah Kita Sudah Siap?
Banyak warga Jakarta masih berpikir tentang biaya hidup bulan depan, kemacetan besok pagi, atau target pekerjaan tahun ini.

Namun laporan ilmiah mengajak kita melihat sedikit lebih jauh.

Lima tahun memang bukan waktu yang lama. Tetapi dalam konteks perubahan iklim dan penurunan muka tanah, lima tahun bisa membawa perubahan yang sangat terasa.

Jakarta mungkin tetap menjadi pusat ekonomi Indonesia, tetapi tantangan lingkungan yang dihadapinya juga akan semakin nyata.

Pertanyaannya bukan lagi apakah perubahan itu akan terjadi.

Halaman:

Tags

Terkini