Anak tidak perlu langsung setuju. Yang penting, mereka mulai mengenal bahwa tidak semua hal yang diinginkan harus segera dimiliki.
Libatkan Anak Saat Menabung
Menabung sering diajarkan sebagai kewajiban, padahal bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Gunakan celengan transparan agar anak dapat melihat perkembangan tabungannya. Tentukan tujuan sederhana yang dekat dengan dunia mereka, misalnya membeli buku cerita atau perlengkapan menggambar.
Ketika target tercapai, anak belajar bahwa kesabaran dan perencanaan bisa menghasilkan sesuatu yang diinginkan.
Pelajaran ini jauh lebih berharga daripada sekadar mengetahui cara menyimpan uang.
Baca Juga: Di Negara-Negara Paling Bahagia, Tidak Ada yang Bangga Lembur
Ajarkan Berbagi Sejak Awal
Literasi finansial yang sehat tidak hanya tentang menghasilkan dan menyimpan uang.
Anak juga perlu memahami konsep berbagi.
Jika mereka menerima uang hadiah atau memiliki tabungan kecil, ajak menyisihkan sebagian untuk membantu orang lain. Tidak perlu dalam jumlah besar. Yang penting adalah kebiasaan dan makna di balik tindakan tersebut.
Penelitian psikologi perkembangan menunjukkan bahwa anak yang terbiasa berbagi sejak kecil cenderung memiliki empati yang lebih kuat dan hubungan sosial yang lebih baik.
Orang Tua Adalah Contoh Terbesar
Anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibanding apa yang mereka dengar.
Jika orang tua sering berbelanja impulsif tetapi mengatakan anak harus hemat, pesan yang diterima anak akan membingungkan.