TITIKTEMU.CO-Mengajarkan anak usia 5 tahun tentang uang sering membuat orang tua berada dalam dilema. Di satu sisi, mereka ingin anak memahami nilai uang sejak dini. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa terlalu banyak membicarakan uang justru membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang materialistis.
Kabar baiknya, mengenalkan konsep uang tidak harus berarti mengajarkan anak mengejar kekayaan. Justru di usia prasekolah, anak bisa belajar bahwa uang adalah alat untuk memenuhi kebutuhan, membantu orang lain, dan membuat pilihan yang bijak.
Penelitian dalam bidang literasi finansial anak menunjukkan bahwa kebiasaan dan cara pandang terhadap uang mulai terbentuk jauh sebelum anak memahami konsep ekonomi yang rumit. Karena itu, usia lima tahun adalah waktu yang tepat untuk memulai.
Baca Juga: Toxic Family System: Ketika Keluarga Justru Jadi Sumber Luka Terbesar Anak
Fokus pada Nilai, Bukan Nominal Uang
Kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu menekankan jumlah uang.
Misalnya, anak dipuji karena berhasil mengumpulkan banyak uang di celengan atau selalu diajak membandingkan harga barang. Tanpa disadari, anak bisa mulai mengaitkan nilai dirinya dengan jumlah uang yang dimiliki.
Baca Juga: Dulu Gratis, Kini Kena Rp3.000! Aturan Baru GoCar Ini Bikin Banyak Penumpang Kaget
Sebaliknya, ajarkan bahwa uang memiliki tujuan.
Saat berbelanja, jelaskan bahwa uang digunakan untuk membeli kebutuhan keluarga. Ketika memberi hadiah kepada teman, tunjukkan bahwa uang bisa digunakan untuk membuat orang lain bahagia.
Dengan cara ini, anak belajar bahwa uang adalah alat, bukan tujuan hidup.
Baca Juga: Apa Itu Inner Child dan Kenapa Ia Bisa Sabotase Cara Kamu Mengasuh Anak?
Gunakan Permainan Sehari-Hari
Anak usia lima tahun belajar paling efektif melalui pengalaman langsung.