Rifki yang mengikuti pelatihan di Satdik Yon PARAKO 465 sempat mengeluhkan sesak napas dan tubuh lemas.
Setelah sempat membaik, kondisinya kembali menurun pada sore hari sehingga dirujuk ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif di ICU.
Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
5. Nola Dya Sari
Nola mengikuti pelatihan di Satdik C Kalimantan.
Pada 26 Juni 2026, ia mulai mengeluhkan sesak napas disertai tubuh terasa panas pada malam hari. Setelah mendapatkan penanganan awal, Nola dirujuk ke rumah sakit sebelum dipindahkan ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.
Dalam proses perawatan, ia mengalami henti jantung. Tim medis telah melakukan resusitasi jantung paru (RJP) serta tindakan kardioversi, namun kondisinya tidak dapat dipulihkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Kasus Masih Menjadi Sorotan Publik
Meninggalnya lima peserta SPPI dalam tahapan Latsarmil masih menjadi perhatian luas masyarakat. Di sisi lain, Kemhan menegaskan seluruh peserta telah memperoleh penanganan medis sesuai prosedur ketika mengalami gangguan kesehatan selama mengikuti pelatihan.
Peristiwa ini juga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai pelaksanaan Latsarmil, meski pemerintah menegaskan bahwa tujuan utama program tersebut adalah membentuk karakter, kepemimpinan, dan profesionalisme para calon manajer Kopdes-KNMP, bukan untuk pendidikan militer layaknya prajurit.***