TITIKTEMU.CO-Pernah membayangkan bekerja di balik layar operasional bandara yang membuat ratusan penerbangan berjalan tepat waktu setiap hari?
Kesempatan itu kini terbuka lebar. Salah satu perusahaan di bawah naungan Garuda Indonesia Group kembali membuka rekrutmen yang bisa menjadi pintu masuk menarik bagi lulusan D3 dari berbagai jurusan.
PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) sedang mencari kandidat untuk mengisi posisi Ground Handling Control. Menariknya, lowongan ini tidak membatasi latar belakang pendidikan secara spesifik.
Selama memiliki ijazah minimal D3, pelamar dari berbagai bidang studi berkesempatan mengikuti seleksi.
Posisi yang ditawarkan akan ditempatkan di dua bandara internasional besar di Indonesia, yakni Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Bagi pencari kerja yang ingin merasakan dinamika industri penerbangan, peluang ini patut dipertimbangkan.
Baca Juga: Guru PPPK Tetap Masuk Saat Libur Sekolah? Penjelasan BKN Ini Bikin Perdebatan Makin Ramai
Apa Sebenarnya Tugas Ground Handling Control?
Jika pilot adalah wajah penerbangan di udara, maka Ground Handling Control adalah salah satu penggerak utama yang memastikan semuanya berjalan lancar di darat.
Pekerjaan ini berkaitan dengan pengawasan operasional penerbangan, koordinasi berbagai pihak di lingkungan bandara, pengelolaan dokumen, hingga memastikan kebutuhan operasional pesawat terpenuhi sebelum keberangkatan maupun setelah kedatangan.
Singkatnya, posisi ini menuntut ketelitian, kemampuan komunikasi yang baik, serta kesiapan bekerja dalam ritme yang cepat dan dinamis.
Kualifikasi Penempatan Makassar
Untuk lokasi Makassar, GDPS membuka kesempatan bagi kandidat yang memenuhi beberapa persyaratan berikut:
- Pendidikan minimal D3 dari semua jurusan
- Mampu menggunakan Microsoft Office, terutama Word, Excel, dan PowerPoint
- Siap bekerja dengan sistem shift selama operasional berlangsung
- Dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim
- Memiliki kemampuan Bahasa Inggris menjadi nilai tambah
Selain melakukan pemantauan operasional penerbangan selama 24 jam, kandidat terpilih juga akan bertugas membuat laporan operasional, melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder bandara, serta mengidentifikasi potensi risiko yang dapat memengaruhi kelancaran penerbangan.
Pendaftaran untuk penempatan Makassar dibuka hingga 30 Juni 2026.