nasional

Quiet Quitting Itu Udah Basi — Ini Namanya Conscious Working dan Gen Z Udah Duluan

Rabu, 17 Juni 2026 | 17:51 WIB
Ilustrasi Conscious working jadi tren baru Gen Z. (Desain AI)

TITIKTEMU.CO-Beberapa tahun lalu, istilah quiet quitting sempat menjadi bahan perdebatan di media sosial.

Banyak yang menganggapnya sebagai simbol generasi muda yang malas, tidak ambisius, atau enggan bekerja lebih keras.

Namun, memasuki 2026, tren tersebut mulai bergeser. Kini, muncul konsep baru yang lebih relevan dengan cara kerja generasi muda saat ini: conscious working.

Bagi Gen Z dan para fresh graduate usia 22–28 tahun, bekerja bukan lagi soal menghabiskan waktu sebanyak mungkin di kantor atau selalu siap membalas pesan pekerjaan 24 jam sehari. Mereka mulai mempertanyakan satu hal penting: apakah pekerjaan yang dijalani masih sejalan dengan tujuan hidup, kesehatan mental, dan kualitas hidup secara keseluruhan?

Baca Juga: Gaji 5 Juta Bisa Investasi? Ini Buktinya (Bukan Motivasi Kosong)

Apa Itu Conscious Working?

Conscious working adalah pendekatan bekerja secara sadar, di mana seseorang memahami batasan dirinya, mengenali prioritas, dan bekerja dengan tujuan yang jelas.

Jika quiet quitting sering diartikan sebagai hanya mengerjakan tugas sesuai deskripsi pekerjaan tanpa usaha ekstra, maka conscious working memiliki makna yang lebih luas. Konsep ini menekankan kualitas kerja, bukan sekadar jumlah jam kerja.

Orang yang menerapkan conscious working tetap profesional, produktif, dan bertanggung jawab. Bedanya, mereka tidak lagi mengukur kesuksesan dari seberapa sering lembur atau seberapa sibuk terlihat di depan atasan.

Baca Juga: Kamu Bukan Boros — Kamu Cuma Belum Tahu Cara Otakmu Memproses Uang

Mengapa Gen Z Tertarik pada Conscious Working?

Ada beberapa alasan mengapa tren ini semakin populer di kalangan pekerja muda.

1. Kesadaran Akan Kesehatan Mental

Setelah pandemi dan berbagai perubahan dunia kerja, banyak anak muda menyadari bahwa burnout bukanlah tanda keberhasilan.

Halaman:

Tags

Terkini