nasional

Dunia Menahan Napas: AS dan Iran Sepakat Berdamai, Selat Hormuz Dibuka dan Konflik Timur Tengah Diklaim Berakhir

Senin, 15 Juni 2026 | 10:35 WIB
Ilustrasi AS dan Iran capai kesepakatan damai permanen. (Reuters)

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyebut penghentian perang berlaku secara menyeluruh dan segera di semua front yang terlibat.

Baca Juga: Catat Jadwal KM Gunung Dempo Juni - Juli 2026: Rute, Jam Keberangakatan  dan Tiba

Pernyataan tersebut mencakup Lebanon, wilayah yang selama ini menjadi salah satu titik panas dalam konflik regional.

Meski akhirnya berujung damai, jalan menuju kesepakatan ini tidak berlangsung mulus. Hanya beberapa jam sebelum pengumuman resmi dibuat, situasi sempat kembali memanas akibat serangan udara Israel di wilayah Beirut, Lebanon.

Serangan tersebut memicu kemarahan dari Teheran yang sebelumnya mengancam akan melakukan aksi balasan. Ketegangan bahkan sempat membuat proses finalisasi perjanjian berada di ujung ketidakpastian.

Baca Juga: PVZ Fusion 3.7 Update Terbaru: Karakter Baru, Mode Seru, dan Strategi Terbaik untuk Pemain

Dalam sebuah wawancara dengan media Amerika Serikat, Trump secara terbuka melontarkan kritik keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin NetanyPemai

Ia mengaku kecewa karena aksi militer yang dilakukan Israel dianggap berpotensi mengganggu momentum perdamaian yang sudah hampir tercapai.

Konflik yang melibatkan AS, Iran, Israel, dan sejumlah kelompok sekutu regional sebenarnya bermula pada akhir Februari 2026. Saat itu, operasi militer gabungan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran memicu respons balasan yang meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah.

Baca Juga: Update PVZ Fusion 3.6.1: 17 Fusion Baru dan Gameplay yang Lebih Menarik!

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang mengangkut sebagian besar pasokan minyak dan gas dunia. Ancaman tersebut sempat memicu kekhawatiran pasar global dan meningkatkan risiko krisis energi internasional.

Kini, dengan tercapainya kesepakatan damai, banyak negara berharap kawasan Timur Tengah dapat memasuki periode yang lebih stabil. Meski demikian, para pengamat menilai tantangan sesungguhnya baru dimulai. Menjaga komitmen perdamaian di wilayah yang selama puluhan tahun dipenuhi konflik tentu membutuhkan kepercayaan, diplomasi, dan pengawasan yang berkelanjutan.

Bagi dunia, perjanjian ini bukan sekadar penghentian perang. Ini adalah ujian besar untuk membuktikan bahwa diplomasi masih mampu mengalahkan suara senjata.***

Halaman:

Tags

Terkini